Liputan6.com, Jakarta - Tikus dan curut kerap dianggap sama tapi ternyata berasal dari kelompok hewan yang berbeda. Perbedaan tersebut mulai dari fisik, habitat dan pola makan
Dosen Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB University, Dr Swastiko Priyambodo, mengatakan mengetahui perbedaan keduanya penting karena sehingga bisa tahu juga dampak masing-masing bagi kesehatan.
Advertisement
Swastiko menjelaskan tikus termasuk dalam ordo Rodentia atau kelompok hewan pengerat, pemakan segala terutama serealia. Sementara curut termasuk dalam ordo Insectivora yang umumnya memakan serangga dan cacing tanah.
Lalu, secara fisik juga berbeda meski bagi kebanyakan orang awam menganggap sama. Swastiko mengatakan tikus umumnya memiliki ekor panjang dengan bentuk moncong yang sedang dan proporsional. Sementara itu, curut memiliki ekor lebih pendek dan moncong yang relatif lebih panjang.
Salah satu jenis tikus yang umum ditemukan di lingkungan rumah adalah tikus rumah Rattus tanezumi. Adapun curut yang sering dijumpai di sekitar permukiman dikenal sebagai curut rumah Suncus murinus. Keduanya merupakan spesies yang berbeda.
“Habitat tikus rumah di para-para atau langit-langit, sedangkan habitat curut rumah di permukaan tanah atau lantai,” ujarn Swastiko mengutip laman IPB.
Selain tikus rumah, masyarakat juga dapat menemukan mencit rumah Mus musculus yang berukuran lebih kecil. Mencit tersebut masih termasuk dalam ordo Rodentia, sama seperti tikus rumah dan tikus got spesies Rattus norvegicus yang memiliki ukuran tubuh lebih besar.
Mencit rumah, tikus rumah, dan tikus got disebut sebagai rodensia kosmopolit, yaitu hewan pengerat yang penyebarannya merata di seluruh benua. Penyebaran ketiga spesies tikus ini mengikuti penyebaran manusia.
Dampak Kesehatan
Swastiko menjelaskan bahwa tikus dapat menjadi pembawa sejumlah penyakit yang berpotensi menginfeksi manusia, di antaranya pes, leptospirosis yang dikenal sebagai penyakit akibat paparan urine tikus, serta hantavirus.
Sementara curut tidak membawa penyakit seperti yang dibawa oleh tikus. Karena itu, masyarakat perlu mengenali hewan yang ditemukan sebelum menentukan tindakan penanganannya.
Jika menemukan tikus, curut maupun mencit rumah bisa ditangkap dengan perangkap berperekat atau glue trap. Penanganan selanjutnya perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kontak langsung dengan hewan maupun bahan yang b