Liputan6.com, Jakarta - Adriana Lima dikenal sebagai salah satu supermodel yang memiliki bentuk tubuh ideal atau body goals. Di balik penampilannya yang memukau di panggung Victoria’s Secret Fashion Show, ada rutinitas olahraga yang dijalani secara disiplin. Salah satu andalannya adalah aerobox, kombinasi latihan kardio, kekuatan otot, dan gerakan tinju untuk menjaga kebugaran tubuh.
Olahraga bentuk body goals ala Adriana Lima ini tidak hanya berfokus pada penampilan fisik, tapi juga melatih stamina, koordinasi, dan konsentrasi. Selama bertahun-tahun, dia mempercayakan program kebugarannya kepada Michael Olajide Jr., mantan petinju profesional sekaligus pelatih pribadinya, seperti dikutip People dan Social Life Magazine pada Senin, 19 Oktober 2026.
Advertisement
1. Mengandalkan Tinju untuk Menjaga Kebugaran
Tinju menjadi bagian penting dari rutinitas olahraga Adriana Lima. Latihan ini memadukan gerakan tubuh yang dinamis, kardio, dan kekuatan otot. Selain membantu meningkatkan kebugaran, tinju juga menuntut fokus untuk mengikuti setiap rangkaian gerakan.
Bagi Lima, olahraga bukan semata-mata persiapan menjelang peragaan busana. Dia juga melakukannya untuk menjaga kebugaran diri.
"Saya berolahraga bukan hanya untuk peragaan busana. Saya melakukannya untuk diri sendiri," kata Lima.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, bukan sekadar mengejar bentuk tubuh tertentu.
2. Mengenal Aerobox, Kombinasi Kardio dan Latihan Kekuatan
Aerobox merupakan metode latihan yang dikembangkan Michael Olajide Jr. Latihan ini menggabungkan gerakan tinju dengan latihan kardio dan pengencangan otot.
Dalam sesi latihan yang dipandu Olajide, rangkaian gerakan dimulai dengan pemanasan dinamis selama sekitar tiga menit. Setelah itu, latihan dilanjutkan dengan lompat tali selama lima menit.
Olajide menyebut lompat tali sebagai salah satu latihan yang bermanfaat untuk kebugaran.
"Lompat tali merupakan salah satu latihan paling bermanfaat yang ditawarkan alam," ujarnya.
Setelah lompat tali, latihan dilanjutkan dengan gerakan pengencangan otot menggunakan resistance band atau pita resistansi serta gliding discs atau cakram geser. Sesi ini diselingi lompat tali selama tiga hingga lima menit.
Rangkaian latihan kemudian ditutup dengan shadowboxing selama lima hingga delapan menit, yakni gerakan tinju tanpa lawan.
3. Melatih Otot Inti dan Konsentrasi
Salah satu bagian tubuh yang dibanggakan Adriana Lima adalah otot inti atau core. Dalam latihan aerobox, otot ini bekerja untuk menopang gerakan lengan dan kaki yang dilakukan dengan cepat.
Meski tidak secara khusus menggunakan gerakan seperti crunches, latihan yang melibatkan seluruh tubuh tetap membuat otot inti aktif. Kombinasi kardio dan latihan kekuatan juga menuntut koordinasi serta konsentrasi.
Namun, hasil latihan dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada kondisi fisik, intensitas olahraga, pola makan, dan konsistensi latihan.
4. Konsistensi Lebih Penting daripada Sekadar Penampilan
Perjalanan Adriana Lima menunjukkan bahwa menjaga kebugaran membutuhkan kedisiplinan dan latihan yang terarah. Meski demikian, rutinitas seorang supermodel tidak harus ditiru sepenuhnya, terutama jika melibatkan intensitas tinggi atau pembatasan makan dan minum yang ekstrem.
Bagi pemula, latihan dapat dimulai secara bertahap sesuai kemampuan tubuh. Pemanasan, istirahat yang cukup, hidrasi, serta peningkatan intensitas secara perlahan perlu diperhatikan agar olahraga tetap aman.