Liputan6.com, Jakarta - Hari Osteoporosis Sedunia yang diperingati setiap 20 Oktober menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan tulang, terutama bagi masyarakat berusia di atas 50 tahun. Osteoporosis dapat membuat tulang rapuh dan meningkatkan risiko patah tulang, bahkan akibat benturan ringan atau jatuh.
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, dr. Wijaya Johanes Chendra, mengatakan ada tiga bagian tulang yang paling rentan mengalami patah akibat osteoporosis, apa saja?
Advertisement
"Secara anatomi dan klinis, patah tulang akibat osteoporosis paling sering terjadi pada tiga lokasi utama yang rentan yaitu panggul atau paha atas, tulang belakang dan pergelangan tangan," kata Wijaya dikutip dari Antara, Senin, 19 Oktober 2026.
3 Bagian Tulang yang Rentan Patah Akibat Osteoporosis
1. Tulang Panggul atau Paha Atas
Patah tulang panggul merupakan salah satu komplikasi osteoporosis yang paling serius. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan kemandirian, kecacatan jangka panjang, hingga meningkatkan risiko kematian pada kelompok lanjut usia.
Penanganan patah tulang panggul umumnya memerlukan operasi untuk memperbaiki atau mengganti bagian tulang yang mengalami kerusakan. Tindakan tersebut dianjurkan dilakukan sedini mungkin setelah kondisi pasien dinilai memungkinkan.
2. Tulang Belakang
Patah tulang belakang akibat osteoporosis kerap tidak terdiagnosis karena gejalanya bisa tidak langsung disadari. Padahal, kondisi ini dapat memicu nyeri kronis, perubahan postur tubuh berupa kifosis atau punggung membungkuk, serta penurunan tinggi badan.
Penanganannya umumnya dimulai tanpa operasi. Namun, tindakan tertentu dapat dipertimbangkan apabila nyeri berat menetap atau muncul gangguan saraf.
3. Pergelangan Tangan
Pergelangan tangan juga menjadi salah satu bagian tubuh yang rentan mengalami patah akibat tulang rapuh. Cedera ini dapat terjadi ketika seseorang terjatuh dan secara refleks menggunakan tangan untuk menahan tubuh.
Operasi dapat dipertimbangkan jika posisi tulang bergeser atau patahan tidak stabil. Penentuan tindakan medis perlu disesuaikan dengan kondisi dan hasil pemeriksaan pasien.
Olahraga Bantu Menjaga Kekuatan Tulang
Osteoporosis merupakan kondisi ketika kepadatan dan kualitas tulang menurun sehingga tulang menjadi lebih rapuh. Penyakit ini sering berkembang tanpa gejala yang jelas hingga terjadi patah tulang.
Secara global, diperkirakan lebih dari 500 juta orang hidup dengan osteoporosis. Sekitar satu dari tiga perempuan dan satu dari lima laki-laki berusia di atas 50 tahun diperkirakan mengalami patah tulang akibat kerapuhan tulang.
Di Indonesia, peningkatan jumlah penduduk lanjut usia juga menjadi perhatian. Angka osteoporosis diproyeksikan meningkat hingga 135 persen pada 2050.
Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Bernadette Laura, mengatakan aktivitas fisik yang memberikan beban pada tulang dapat merangsang pembentukan dan pembaruan tulang sehingga membantu menjaga kekuatan serta kepadatannya.
"Olahraga juga membantu memperkuat otot, menjaga keseimbangan tubuh, dan mengurangi risiko jatuh yang dapat menyebabkan patah tulang," ujarnya.
Jenis olahraga yang dapat dilakukan antara lain weight-bearing exercise, seperti berjalan kaki dan naik tangga, serta latihan beban. Latihan fleksibilitas juga penting untuk membantu menjaga keseimbangan dan mengurangi risiko jatuh.
Bagi pasien osteoporosis, olahraga tetap dapat dilakukan, tetapi jenis dan intensitasnya harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing serta dilakukan secara aman dan terstruktur.
Waspadai Osteoporosis Sejak Dini
Menurut Wijaya, pencegahan osteoporosis tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan, tetapi juga perlu didukung perubahan gaya hidup dan aktivitas fisik yang aman.
"Dalam momentum Hari Osteoporosis Sedunia yang diperingati setiap 20 Oktober, kami mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan tulang melalui evaluasi faktor risiko, pemeriksaan medis sesuai indikasi, serta konsultasi dengan dokter spesialis," katanya.
Dengan mengenali faktor risiko dan menjaga kesehatan tulang sejak dini, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko patah tulang akibat osteoporosis, terutama saat memasuki usia lanjut.