Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran support system sangat membantu ibu agar bisa melakukan me time tanpa mengabaikan keselamatan anak.
Advertisement
"Orangtua itu sebenarnya masih bisa meluangkan waktu untuk dirinya sendiri. Cuma, kalau support system-nya tidak banyak, peluang orang tua memiliki me time mungkin akan jadi lebih sedikit," kata psikolog anak dan remaja Sani B. Hermawan.
Kerja sama pengasuhan dapat dilakukan bersama pasangan, kakek dan nenek, saudara, maupun pengasuh yang dapat dipercaya. Orang tua perlu mempertimbangkan kemampuan orang yang diminta membantu agar anak tetap mendapat pengawasan yang memadai.
Jika tidak ada anggota keluarga lain yang bisa dititipkan, Sani mengatakan bisa memanfaatkan waktu singkat ketika anak tidur untuk melakukan kegiatan yang disukai, seperti menonton, membaca, atau menjalankan hobi. Namun, orangtua perlu bersikap realistis terhadap waktu yang tersedia, terutama ketika anak masih bayi dan membutuhkan pengawasan intensif.
Anak dikenalkan secara bertahap kepada orang dewasa lain yang aman dan dipercaya agar terbiasa berinteraksi dengan pengasuh selain orang tuanya.
Senada dengan pendapat Sani, psikolog klinis anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, yang dihubungi terpisah, mengatakan pengasuhan perlu dialihkan secara jelas kepada orang dewasa yang dipercaya, bersedia, dan mampu mengawasi anak.
"Pastikan orang yang dititipi memahami bahwa ia sedang bertanggung jawab menjaga anak, bukan sekadar berada di dekatnya," kata psikolog dari Lembaga Psikologi Universitas Indonesia itu.
Sebelum meninggalkan anak bersama pengasuh, orang tua sebaiknya menjelaskan dengan bahasa sederhana siapa yang akan menemani anak dan kapan mereka akan kembali. Orang tua juga perlu menghindari kebiasaan pergi diam-diam serta meluangkan waktu untuk kembali berinteraksi dengan anak setelahnya.