Liputan6.com, Jakarta - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan terjadi perubahan fungsi pernapasan, peningkatan metabolisme, serta meningkatnya kebutuhan oksigen pada tubuh manusia. Pada ibu hamil kondisi tersebut jadi lebih menantang.
"Kondisi itu membuat tubuh ibu hamil jauh lebih sensitif terhadap polusi udara dibandingkan dengan orang dewasa sehat lainnya," kata dokter Novan Satya Pamungkas, SpOG, Subsp. K.Fm. dari RS Pondok Indah (RSPI) - Bintaro Jaya.
Advertisement
Novan memaparkan paparan asap karhutla paling berbahaya jika terjadi pada usia kehamilan di bawah 12 minggu. Pada fase trimester awal ini adalah masa pembentukan organ vital janin (seperti jantung, otak, dan sistem saraf).
"Kandungan zat kimia beracun Endocrine-disrupting Chemicals (EDC) seperti dioksindan karbon monoksida pada asap karhutla berisiko tinggi mengganggu sistem hormon dan menyebabkan kelainan perkembangan alat reproduksi janin," tuturnya.
Seringkali efek buruk kabut asap sering kali tidak langsung terasa secara fisik. Meski begitu ibu hamil tidak boleh menunggu sampai mengalami sesak napas atau batuk berat untuk mulai melindungi diri.
Untuk meminimalisasi dampak asap karhutla, ini pesan Novan untuk ibu hamil:
1. Modifikasi Lingkungan dan Aktivitas
- Isolasi udara rumah: Tutup rapat semua pintu, jendela, dan lubang ventilasi saat kabut asap pekat.
- Jika menggunakan AC, atur sirkulasinya pada mode internal (resirkulasi udara dalam ruangan).
- Gunakan alat penyaring udara. Hidupkan air purifier berfilter untuk menyaring partikel superhalus (PM2.5) di dalam rumah, terutama di dalam kamar tidur.
- Batasi aktivitas di luar ruangan. Hindari keluar rumah jika tidak mendesak.
- Jika ibu hamil bekerja, pertimbangkan untuk mengajukan opsi Work From Home (WFH) kepada instansi tempat bekerja guna menghindari paparan asap di jalan.
- Gunakan masker khusus. Masker kain biasa tidak mampu menyaring partikel mikroskopis asap karhutla. "Gunakan masker respirator seperti N95 yang memiliki kemampuan menyaring partikel halus secara efektif jika terpaksa harus keluar ruangan," pesan Novan dalam pesan teks menjawab pertanyaan Kesehatan Liputan6.com.
2. Jaga Imunitas dan Hidrasi Tubuh
- Selalu penuhi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi air putih yang cukup untuk membantu mengencerkan lendir dan membersihkan tenggorokan dari iritasi asap.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang dan tetap rutin mengonsumsi multivitamin atau suplemen kehamilan yang diresepkan oleh dokter atau bidan.
3. Kontrol Rutin
"Jangan melewatkan jadwal pemeriksaan kehamilan berkala agar kondisi perkembangan janindan volume ketuban tetap terpantau dengan baik," pesannya.
Kenali Tanda Bahaya pada Ibu Hamil
Ibu hamil yang berada di wilayah terdampak asap karhutla perlu waspada dan segera pergi ke fasilitas kesehatan atau menemui dokter spesialis obstetri dan ginekologi jika merasakan keluhan berikut:
- Gejala pernapasan: Batuk terus-menerus, sesak napas yang memberat, atau nyeri dada.
- Gejala sistemik: Pusing hebat, mual, atau tubuh terasa sangat lemas.
- Gejala darurat kehamilan: Keluar flek atau perdarahan dari jalan lahir, keluar air ketubanmendadak, adanya kontraksi rahim (ancaman prematur), atau merasakan gerakan janin yangberkurang tidak seperti biasanya.