Cegah Demensia Jangan Saat Tua, Ini yang Perlu Dilakukan Sejak Muda

Menjalankan gaya hidup yang sehat bukan hanya bermanfaat bagi jantung tapi juga otak untuk mencegah demensia.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 22 Oktober 2026, 15:00 WIB
Menjada pola makan sehat bermanfaat untuk kesehatan jantung dan otak. (Foto: Unsplash/Farhad Ibrahimzade)

Liputan6.com, Jakarta - Pencegahan demensia perlu dimulai sebelum seseorang memasuki usia lanjut. Penelitian yang menunjukkan potensi pencegahan hingga 40 persen kasus demensia melalui pengendalian faktor risiko.

“Jadi, ternyata kasus demensia itu berdasarkan penelitian bisa dicegah hingga 40 persen jika sejak awal, early life, sudah melakukan pencegahan-pencegahan,” tutur Dosen Keperawatan Jiwa dan Komunitas FKKMK UGM, Dr. Sri Mulyani, S.Kep., Ns., M.Ng.

Sri mengungkapkan hipertensi dan diabetes perlu dikendalikan untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular yang dapat berkontribusi terhadap demensia.

Lalu, kebiasaan konsumsi juga perlu diperhatikan sejak masa kanak-kanak. Ia menyarankan untuk menghindari konsumsi makanan cepat saji serta makanan dan minuman tinggi gula dan kalori yang dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular pada masa mendatang.

Maka dari itu, penting bagi masyarakat memahami hubungan antara kebiasaan hidup, kesehatan jantung, dan kesehatan otak.

“Jadi, apa yang bagus untuk jantung juga bagus untuk perlindungan otak,” kata Sri mengutip laman UGM.

Deteksi Dini Gejala Demensia

Di kesempatan itu, Sri mengungkapkan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam mengenali perubahan perilaku pada orang dengan demensia (ODD).

Sebagai orang terdekat, keluarga sering kali menjadi pihak pertama yang menyadari perubahan yang dialami seseorang, termasuk ketika perilakunya mulai berbeda dari biasanya.

“Biasanya orang terdekatlah yang pertama kali notice. Tahu ini kok jadi aneh, kok perilakunya begini. Yang paling mengganggu biasanya adalah perubahan perilakunya, bukan hanya lupa-lupanya,” jelasnya.

Diagnosis sejak dini juga memberikan kesempatan bagi keluarga untuk merencanakan perawatan jangka panjang.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya