Liputan6.com, Jakarta - Sekitar 50.000 bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan setiap tahun di Indonesia. Namun, kondisi ini tidak selalu langsung terdeteksi usai sang bayi lahir. Sebagian bayi bahkan tampak sehat pada awal kehidupannya, sebelum menunjukkan gejala beberapa bulan kemudian.
Dokter spesialis anka konsultan jantung anak, Anisa Rahmadhany, Sp.A, menjelaskan bahwa kelainan jantung bawaan dapat memiliki gejala yang berbeda-beda, bergantung pada jenis dan tingkat keparahan kelainannya.
Advertisement
Pada sebagian bayi, tanda-tanda gangguan jantung dapat terlihat segera setelah lahir. Namun, pada bayi lainnya, gejala baru muncul ketika kebutuhan tubuh meningkat seiring pertumbuhan.
“Bayi juga mulai lebih aktif bergerak. Pada saat yang sama, perubahan sirkulasi alami setelah lahir mulai stabil sepenuhnya. Di fase inilah gejala dapat mulai terlihat,” jelas dokter dari BraveHeart Cardiovascular Center, Brawijaya Hospital Saharjo Jakarta itu.
Akibatnya, sejumlah tanda awal kerap dianggap sebagai kondisi yang wajar.
Anisa mengingatkan ketika bayi yang menyusu terputus-putus, bernapas lebih cepat dari biasanya, atau mengalami kesulitan menaikkan berat badan perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Mengapa Kelainan Jantung Bawaan Bisa Tidak Terlihat?
Penyakit jantung bawaan bukanlah satu kondisi tunggal. Istilah ini mencakup berbagai kelainan struktur jantung yang terbentuk sejak masa kehamilan, mulai dari lubang pada sekat jantung, kelainan katup, hingga posisi pembuluh darah besar yang tidak normal.
Perbedaan bentuk kelainan tersebut membuat gejala yang muncul pada setiap bayi juga tidak sama. Ada bayi yang mengalami kesulitan bernapas atau menunjukkan warna kebiruan pada mukosa lidah sejak lahir. Namun, ada pula bayi yang belum memperlihatkan gejala mencolok pada awal kehidupannya.
Menurut Anisa, kondisi tersebut dapat terjadi karena sirkulasi darah bayi masih mampu berkompensasi untuk sementara waktu. Seiring pertumbuhan, kebutuhan tubuh meningkat dan gejala kelainan jantung dapat mulai terlihat.
Orangtua perlu mewaspadai tanda-tanda yang mungkin muncul, seperti bayi cepat lelah saat menyusu, sering berhenti ketika menyusu untuk mengambil napas, bernapas lebih cepat, serta berat badan yang sulit bertambah.
Warna kebiruan pada mukosa bibir atau lidah juga perlu diwaspadai. Jika bayi mengalami kesulitan bernapas atau tampak kebiruan, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan medis.