Dokter Ungkap Alasan Pasien Kanker Payudara Baru Berobat saat Stadium Lanjut

Bila datang 1-3 tahun lebih cepat pengobatan kanker payudara yang dijalani lebih mudah dan murah.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 27 Oktober 2026, 16:00 WIB
Pengobatan kanker payudara. (Foto: Unsplash/Angiola Harry)

Liputan6.com, Tangerang Selatan - Terjebak rasa takut membuat sebagian pasien kanker payudara menghindari ataupun menunda pengobatan medis ke rumah sakit. Alhasil kondisi ini membuat pasien datang ke dokter sudah stadium lanjut.

Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B, Subsp. Onk (K) dari Eka Hospital BSD menuturkan, banyak pasien yang datang kepadanya sudah dalam kondisi stadium lanjut.

Dia sangat menyayangkan kondisi tersebut, sebab, bila datang lebih cepat 1 atau 3 tahun sebelumnya, pengobatan yang akan dijalankan pun akan lebih mudah dan lebih murah.

"Saat ditanya kenapa baru sekarang melakukan pengobatan, jawabannya hampir sama semua, takut. Takut kematian, takut dioperasi, dikemoterapi, radiasi, biaya dan lainnya,"ungkap Sonar, saat Media Meet Up bersama Eka Hospital, di The Kluwih BSD, Kabupaten Tangerang, Senin (26/10/2026).

Bukan hanya soal takut atau kesadaran diri mendatangi medis untuk melakukan pengobatan, tapi juga halangan bisa datang dari pihak luar. Seperti banyak pihak tidak bertanggungjawab menyebarkan informasi sesat alternatif pengobatan.

"Banyak pasien yang percaya dengan pengobatan alternatif yang secara ilmiah ataupun sudah diuji kebenarannya, mereka lebih percaya itu. Ditambah banyak pihak yang tidak bertanggungjawab menyebar informasi sesat,"tuturnya.

Kalau sudah begitu, saat datang ke rumah sakit, sudah dalam kondisi stadium lanjut. Pengobatannya pun akan lebih rumit dibandingkan saat datang di kondisi stadium awal, begitu juga dengan peluang kesembuhannya, malah lebih rendah bila sudah dalam stadium lanjut.

"Jadi, kalau makin kecil, makin dini, mungkin pengobatannya lebih sederhana, tidak ada kemoterapi, cukup hanya operasi. Operasi juga mungkin hanya terbatas, jadi disebut BCT atau breast conservation treatment,"ungkapnya.

Gejala Kanker Payudara

Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk, Spesialis Bedah Konsultan Onkologi Eka Hospital BSD.

Sonar pun mengungkapkan, pada kanker payudara pada stadium awal tidak akan menimbulkan rasa sakit atau tidak ada keluhan sama sekali.

"80% tidak ada keluhan, begitu kalaupun ada benjolan, tidak ada rasa sakit. Biasanya ketahuan karen orang meraba-raba sendiri,"ujarnya.

Kalaupun muncul keluhan atau rasa sakit, sensasi itulah yang harus diwaspadai. Sebab, hal tersebut sudah masuk dalam stadium lanjut.

Sebab, jenis kanker payudara bisa berasal dari kulit payudara atau Basalioma, Melanoma. Ada pula berasal dari ​lemak atau Liposarcoma, kanker yang berasal dari jaringan lemak di payudara.

"Bisa juga muncul pada otot atau Rhabdomyosarcoma, kanker yang tumbuh pada jaringan otot. Dan paling sering terjadi di kelenjar payudara, seperti saluran (duktus) / DCIS (Ductal Carcinoma). Kelenjar (lobulus)/LCIS (Lobular Carcinoma)," tuturnya..

Penanganan Kanker Payudara dengan Terapi

Sonar juga mengatakan, menjalani pengobatan kanker stadium lanjut adalah sebuah lari maraton, bukan lari cepat. Pengobatan ini membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, serta dukungan psikologis yang kuat dari keluarga. Tim medis tidak hanya berfokus pada penyusutan ukuran tumor, tetapi juga secara aktif mengelola efek samping pengobatan agar pasien tetap bisa beraktivitas dengan nyaman.

"Setiap kasus kanker payudara memiliki karakteristik genetik dan respons pengobatan yang sangat berbeda. Memilih strategi pengobatan yang tepat akan sangat menentukan hasil akhir dari penanganan stadium lanjut," tuturnya.

Penanganannya pun bersifat sangat personal atau disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Berdasarkan hasil biopsi dan jenis sel kanker, dokter akan merancang kombinasi dari beberapa pilar pengobatan.

"Bisa terapi sistemik atau kemoterapi, terapi target, hormonal dan tindakan operasi dan radioterapi," ungkapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya