Liputan6.com, Jakarta - Praktisi mindfulness sekaligus penulis Adjie Santosoputro mengingatkan untuk tidak mengukur nilai diri berdasarkan jumlah harta atau materi yang dimiliki. Kekayaan tidak seharusnya menjadi tolok ukur seseorang dalam menilai keberhargaan dirinya.
"Pentingnya mindfulness dalam perjalanan finansial adalah: kita jangan sampai mengaitkan seberapa berharga dirimu, jangan kamu kaitkan dengan seberapa kaya kamu," tegasnya dalam Perayaan 23 Tahun QM Financial di Jakarta.
Advertisement
Adjie menjelaskan, kebiasaan mengaitkan harga diri dengan jumlah kekayaan dapat mendorong seseorang untuk terus mengejar materi demi merasa berharga. Bahkan, menurutnya, pola pikir tersebut dapat menjadi salah satu akar perilaku korupsi.
"Karena kalau kamu mengaitkan seberapa berharga diriku ini tergantung seberapa kaya, ya itulah akar dari korupsi, teman-teman," jelasnya.
Ia menilai, seseorang dapat terdorong melakukan korupsi ketika menganggap kekayaan sebagai penentu nilai dirinya. Sebaliknya, jika seseorang bersikap mindful dan tidak menggantungkan harga dirinya pada materi, dorongan untuk terus menumpuk kekayaan dengan cara yang tidak benar dapat dihindari.
Mindfulness Bukan Avoidance
Dalam kesempatan yang sama, Adjie juga meluruskan anggapan keliru masyarakat yang menganggap mindfulness sebagai bentuk pengabaian atau menghindar (avoidance).
Mindfulness melatih seseorang untuk memahami akar masalah secara jernih tanpa harus bereaksi secara reaktif atau meledak-ledak.
"Sebenarnya mindfulness itu kita sadar benar pokok permasalahannya apa. Bukan pasif, tapi juga bukannya terus penuh emosi," imbuhnya.
Kendati demikian, Adjie juga tak menampik bahwa memisahkan harga diri dan status finansial bukanlah hal yang mudah bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, sejak dini banyak orang telah terdoktrin oleh pola asuh yang menitikberatkan keberhasilan seseorang terhadap pencapaian materi.
"Orang tua kita mendidik kita, itu kan bicara tentang seberapa banyak yang kamu punya, kan?. Kita dididik, dilatih, diajarin untuk, eh, kamu jadi orang sukses, ya. Kamu jadi orang kaya, ya. Karena dengan sukses dan kaya, kamu akan dihargai orang lain" tuturnya.
Oleh karena itu Adjie mengajak masyarakat untuk lebih mindful dan memutus rantai stigma tersebut. Adjie menegaskan setiap individu pada hakikatnya sudah bernilai utuh sejak lahir tanpa perlu dikaitkan dengan apapun.
"Tidak perlu dikaitkan dengan apa-apa pun. Karena you are perfect as you are. Our true nature, hakikat diri kita, ini kita manusia lahir, setiap kita apa pun kondisimu, itu sudah berharga." tutupnya