Liputan6.com, Jakarta - Hujan telah turun di beberapa wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hujan yang turun setelah periode kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang panjang disambut gembira, terutama oleh anak-anak. Tidak sedikit yang langsung bermain di bawah hujan deras.
Namun, masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak karhutla diimbau untuk tidak bermain atau mandi hujan saat pertama kali turun seperti disampaikan dokter spesialis anak konsultan respirasi Khairiyadi.
Advertisement
"Jangan mandi hujan saat pertama kali turun. Saya tidak menyarankan itu (mandi hujan di awal-awal) apalagi di wilayah yang kebakaran hutannya parah," kata Khairiyadi dalam seminar media daring bersama IDAI pada Selasa (3/11/2026).
Khairiyadi mengatakan dalam beberapa literatur, mandi di awal-awal turun hujan di wilayah karhutla tidak disarankan. Ada literatur yang menyebutkan sebaiknya menunggu sampai beberapa kali hujan, bahkan ada yang menyarankan setelah tiga kali hujan deras.
Khairiyadi mengatakan kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel kecil di udara berukuran 2,5 mikrometer atau kurang disebut PM2.5 (Particulate Matter 2.5). Saat hujan turun partikel tersebut ikut turun ke bawah. Bila curah hujan yang kecil bakal lebih lambat turun ke bawah.
Lalu, kebakaran hutan dan lahan mengandung gas nitrit atau nitrogen yang berubah menjadi senwaya yang berbahaya saat terpapar hujan.
Oleh karena itu, orangtua sebaiknya tidak hanya melihat turunnya hujan sebagai kesempatan bagi anak bermain, tetapi juga memperhatikan potensi paparan polutan di lingkungan tempat tinggal.