Kenali Protein dalam Udang yang Bisa Picu Alergi

Meski sudah dimasak dengan matang, konsumsi udang tetap bisa alergi.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 07 November 2026, 12:00 WIB
ilustrasi alergi udang/copyright unsplash.com/ Anthony Espinosa

Liputan6.com, Jakarta - Punya rasa gurih, manis dan nikmat tapi ada sebagian orang yang tidak bisa makan udang. Alergi jadi faktor yang bikin sebagian orang alergi makan udang meski sudah dimasak hingga matang.

Menurut dosen Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Sekolah Vokasi IPB University, Ai Imas Faidoh Fatimah, STP, MP, MSc udang meski sudah dimasak hingga matang tetap bisa menyebabkan alergi. Salah satu protein utama pemicu alergi adalah tropomiosin, protein pada jaringan otot yang relatif tahan panas.

“Proses pemasakan tidak serta-merta menghilangkan sifat alergenik tropomiosin. Artinya, udang yang sudah matang tetap dapat memicu reaksi alergi pada orang yang sensitif,” ungkap Ai Imas. 

Selain tropomiosin, protein lain seperti arginine kinase, myosin light chain, dan sarcoplasmic calcium-binding protein juga dapat menjadi alergen. Pada individu yang alergi, protein tersebut dikenali sistem kekebalan tubuh dan memicu respons imun melalui antibodi imunoglobulin E (IgE), yang menyebabkan pelepasan histamin dan mediator peradangan lainnya.

Ciri-Ciri Gejala Alergi Udang

Gejala alergi udang berbeda pada setiap orang, mulai dari gatal, biduran, pembengkakan, hingga gangguan pencernaan. Pada kondisi berat, reaksi dapat berkembang menjadi sesak napas bahkan anafilaksis, yaitu reaksi alergi sistemik yang mengancam jiwa.

“Reaksi alergi pun tidak sama pada setiap orang. Tingkat keparahannya dipengaruhi oleh sensitivitas individu, jumlah alergen yang masuk, dan kondisi kesehatan masing-masing,” papar Ai Imas mengutip laman IPB, Sabtu (6/11/2026).

Untuk mengurangi risiko, orang dengan riwayat alergi udang perlu menghindari udang beserta produk turunannya, seperti terasi dan kaldu udang, serta mewaspadai kontaminasi silang selama pengolahan makanan.

Jika muncul gejala ringan seperti gatal atau biduran, antihistamin dapat digunakan sesuai anjuran tenaga medis. Namun, bila terjadi sesak napas, pembengkakan tenggorokan, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis darurat.

“Pada kondisi anafilaksis, epinefrin (adrenalin) merupakan terapi utama yang harus diberikan sesegera mungkin, disertai penanganan medis darurat,” pungkasnya.

Dengan memahami kandungan dan karakteristik udang, masyarakat diharapkan semakin bijak dalam mengolah dan mengonsumsi produk pangan laut, tidak hanya memperhatikan cita rasa dan tampilan, tetapi juga potensi risiko kesehatannya

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya