Liputan6.com, Jakarta - Vitiligo terjadi ketika sel pembentuk pigmen kulit atau melanosit mengalami kerusakan maupun kehilangan fungsi. Akibatnya, produksi melanin yang memberikan warna pada kulit, rambut, dan mata menjadi berkurang atau berhenti pada area tertentu sehingga muncul bercak putih yang khas.
Selain memengaruhi penampilan fisik, vitiligo juga dapat berdampak pada kesehatan mental dan emosional seseorang. Perubahan warna kulit yang terlihat jelas sering membuat pengidap merasa tidak nyaman terhadap penampilannya.
Advertisement
Banyak orang yang mengidap vitiligo merasa kehilangan rasa percaya diri, terutama ketika bercak putih muncul di bagian tubuh yang sering dilihat orang. Di beberapa lingkungan, masih terdapat anggapan keliru bahwa vitiligo merupakan penyakit menular.
"Stigma tersebut dapat membuat penderita merasa dikucilkan, malu, atau enggan berinteraksi dengan orang lain," kata dokter spesialis kulit dan kelamin RS EMC Grha Kedoya, Dwi Ro Santi mengutip laman EMC, Minggu (14/6/2026).
Beberapa dampak psikologis yang dialami pengidap vitiligo:
- Menurunnya rasa percaya diri
- Kecemasan saat berinteraksi sosial
- Perasaan minder atau malu terhadap penampilan
- Gangguan suasana hati hingga depresi pada sebagian kasus
- Menurunnya kualitas hidup dan produktivitas sehari-hari.
"Anak-anak dan remaja dengan vitiligo umumnya lebih rentan mengalami tekanan emosional akibat komentar atau penilaian dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, dukungan keluarga, teman, dan edukasi yang tepat sangat penting untuk membantu penderita menerima kondisi dirinya dengan lebih baik," jelas Dwi.
Vitiligo Tidak Menular
Vitiligo adalah kondisi yang menyebabkan hilangnya warna alami kulit akibat gangguan pada sel pembentuk pigmen. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak putih pada beberapa area tubuh yang dapat berkembang seiring waktu.
Vitiligo tidak menyebabkan rasa nyeri, gatal, maupun menular melalui kontak fisik. Namun, perubahan warna kulit yang terlihat jelas sering kali menimbulkan dampak emosional bagi pengidapnya.
"Vitiligo tidak menular dan umumnya tidak membahayakan kesehatan secara langsung. Meski begitu, vitiligo dapat memengaruhi kepercayaan diri, kesehatan mental, dan kualitas hidup seseorang," kata Dwi.
Bercak putih akibat vitiligo dapat muncul di berbagai bagian tubuh, seperti:
- Wajah
- Tangan
- Kaki
- Siku
- Lutut
- Area sekitar mata dan mulut
- Kulit kepala
- Area genital.
Vitiligo dapat dialami oleh siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin maupun warna kulit. Namun, kondisi ini umumnya mulai muncul sebelum usia 20 tahun dan sering kali berkembang secara bertahap.
Penyebab Vitiligo
Saat ini, penyebab pasti vitiligo belum diketahui secara menyeluruh. Namun, para ahli dan penelitian yakin bahwa beberapa faktor berikut berperan dalam munculnya vitiligo:
1. Gangguan Autoimun
Vitiligo sering dikaitkan dengan penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat, termasuk melanosit. Akibatnya, sel pembentuk pigmen mengalami kerusakan dan kulit kehilangan warnanya.
2. Faktor Genetik
Risiko seseorang mengalami vitiligo dapat meningkat apabila memiliki anggota keluarga dengan kondisi serupa. Beberapa penelitian menunjukkan adanya keterlibatan gen tertentu yang berhubungan dengan sistem imun dan pembentukan pigmen kulit.
3. Faktor Lingkungan
Paparan sinar matahari berlebihan, stres berat, bahan kimia tertentu, maupun cedera pada kulit diduga dapat menjadi pemicu munculnya vitiligo pada individu yang memiliki faktor risiko.
Gejala Vitiligo
Gejala utama vitiligo adalah munculnya bercak putih pada kulit akibat hilangnya pigmen. Ukuran dan jumlah bercak dapat berbeda pada setiap orang, serta dapat berkembang perlahan maupun cepat.
Beberapa gejala vitiligo yang umum adalah:
- Muncul bercak putih pada kulit dengan batas yang cukup jelas.
- Bercak bisa membesar atau menyebar ke bagian tubuh lain secara perlahan.
- Warna kulit terlihat belang, terutama di wajah, tangan, kaki, siku, dan lutut.
- Rambut di kulit kepala, alis, bulu mata, atau janggut berubah menjadi putih lebih cepat.
- Hilangnya warna pada lapisan mukosa, seperti bagian dalam mulut atau hidung pada beberapa kasus.
Pengobatan Vitiligo
Hingga saat ini belum terdapat terapi yang dapat menyembuhkan vitiligo secara total. Namun, berbagai metode pengobatan dapat membantu mengembalikan warna kulit, memperlambat perkembangan bercak, serta meningkatkan kualitas hidup penderita.
Pilihan terapi yang dapat direkomendasikan dokter antara lain:
1. Obat Oles
Dokter akan memberikan obat oles seperti kortikosteroid atau calcineurin inhibitor untuk membantu merangsang proses pigmentasi pada area kulit yang terdampak.
2. Fototerapi UV
Fototerapi menggunakan sinar ultraviolet (UV) merupakan salah satu terapi yang cukup efektif, terutama pada vitiligo yang luas. Terapi ini bertujuan merangsang aktivitas melanosit sehingga warna kulit dapat kembali terbentuk secara bertahap.
3. Prosedur Bedah
Pada kasus tertentu yang stabil dan tidak mengalami perkembangan dalam jangka waktu tertentu, dokter dapat mempertimbangkan tindakan seperti:
- Transplantasi kulit
- Pencangkokan melanosit
- Teknik grafting lainnya untuk membantu mengembalikan warna kulit
Pemilihan terapi akan disesuaikan dengan luas area vitiligo, usia pasien, lokasi bercak, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Selain menjalani pengobatan medis, pengidap vitiligo juga perlu melakukan perawatan kulit yang tepat untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah kondisi menjadi lebih berat.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
1. Menggunakan Tabir Surya Setiap Hari
Kulit yang kehilangan pigmen lebih rentan mengalami kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet. Oleh karena itu, penggunaan tabir surya minimal SPF 30 sangat dianjurkan untuk membantu melindungi kulit dari risiko terbakar dan mengurangi perbedaan warna kulit yang mencolok.
2. Menghindari Trauma pada Kulit
Gesekan terus-menerus, luka, atau cedera sebagai trauma fisik pada kulit bisa menyebabkan munculnya bercak baru pada sebagian orang yang menderita vitiligo. Kondisi ini dikenal sebagai fenomena Koebner.
3. Memilih Produk Perawatan yang Lembut
Gunakan produk perawatan kulit yang tidak menyebabkan iritasi agar skin barrier tetap terjaga dan kesehatan kulit lebih optimal.
4. Menjalani Pola Hidup Sehat
Menjaga pola makan seimbang, tidur yang cukup, rutin berolahraga, serta mengelola stres dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh dan mendukung proses perawatan kulit.
Segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit apabila mengalami:
- Muncul bercak putih yang tidak diketahui penyebabnya
- Bercak putih yang semakin luas atau bertambah banyak
- Perubahan warna kulit yang menyebar ke berbagai area tubuh
- Gangguan emosional atau penurunan kepercayaan diri akibat kondisi kulit yang dialami.
Diagnosis dan penanganan sejak dini dapat membantu dokter menentukan terapi yang paling sesuai sekaligus mengontrol perkembangan vitiligo dengan lebih optimal.