UNFPA Minta Indonesia Belajar dari Jepang Berdayakan Lansia

11 persen penduduk Indonesia merupakan lansia. Jumlahnya diperkirakan terus bertambah dalam beberapa dekade mendatang.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 12 Juli 2026, 06:00 WIB
Penduduk Jepang yang tetap aktif saat tua. (dok. Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia kini tengah memasuki era masyarakat menua. Agar terus berdaya, United Nations Population Fund (UNFPA) menyatakan Indonesia perlu belajar dari negara-negara dengan penduduk lansia produktif yang tinggi seperti Jepang agar bisa memanfaatkan bonus demografi.

"Indonesia juga perlu belajar dari negara dengan super-aged population, terutama mengenai sistem perawatan lansia, skema pensiun, silver economy (ekonomi lansia), dan pemberdayaan lansia agar tetap produktif," kata UNFPA Indonesia Representative, Hassan Mohtashami.

UNFPA juga mengingatkan agar perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada isu-isu yang sedang ramai diperbincangkan, karena yang lebih penting adalah mempersiapkan kebijakan yang dampaknya bisa dirasakan oleh generasi di 20–30 tahun yang akan datang. 

"Indonesia dinilai masih memiliki 1–2 dekade bonus demografi, yang jika dimanfaatkan secara optimal, Indonesia berpotensi menjadi negara berpendapatan tinggi, bahkan menjadi ekonomi terbesar ketiga atau keempat di dunia," ucap Hassan.

Oleh karena itu, UNFPA berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia untuk mendukung penelitian dan analisis data, serta menganalisis dampak perubahan demografi terhadap berbagai sektor, seperti keuangan, pensiun, perlindungan sosial, hingga asuransi.

"Indonesia perlu belajar dari negara lain, begitu juga sebaliknya. Kami terus mengedukasi pemerintah bahwa perubahan demografi merupakan fenomena alamiah yang perlu dipersiapkan melalui kebijakan jangka panjang," paparnya mengutip Antara.

11,7 Persen Lansia di Indonesia

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengemukakan Indonesia kini tengah memasuki era masyarakat menua, dimana berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, persentase penduduk usia 60 tahun ke atas mencapai 11,7 persen. 

"Peningkatan jumlah lansia menjadi dasar penetapan Program Lansia Berdaya sebagai salah satu program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, mengingat jumlah lansia diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya angka harapan hidup," katanya.

Dengan angka kelahiran total atau total fertility rate (TFR) di Indonesia yang kini berada di angka 2,13 dan meningkatnya angka harapan hidup, pemerintah menyiapkan berbagai program agar lansia tetap produktif dan sejahtera.

"Salah satu program utamanya adalah Lansia Berdaya, yang fokus pada peningkatan kualitas hidup lansia. Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN juga menjalankan Sekolah Lansia yang tujuannya menjaga lansia tetap aktif, hidup sehat dan bahagia, serta memperoleh pengetahuan dan pelayanan sesuai kebutuhan mereka," ujar Isyana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya