7 Pertanyaan Supaya Jaga Komunikasi dengan Pasangan saat Sibuk

Psikoterapis dan penulis buku, Amy Morin, mengungkap ada tujuh cara untuk jaga koneksi dengan pasangan saat sibuk kerja.

oleh Cahya Alena FauzaDiterbitkan 26 Juli 2026, 17:00 WIB
Ilustrasi pasangan cinta, romantis, kencan, pacaran. (Image by prostooleh on Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu keluhan yang paling umum dilontarkan oleh pasangan yang sibuk adalah, “Kami tak lagi berkomunikasi.” Seorang psikoterapis, pekerja sosial klinis, dan penulis buku “13 Things Mentally Strong People Don’t Do”, Amy Morin, mengungkap ada tujuh cara untuk menjaga koneksi dengan pasangan di tengah kesibukan kerja.

Melansir CNBC Make It, Minggu (26/7/2026), banyak pasangan yang merasa bahwa mereka hanyalah teman sekamar, dan bukan sebuah pasangan. Bertanya “Bagaimana pekerjaanmu hari ini?” sebetulnya tidak salah, namun ada beberapa pertanyaan yang jauh lebih substansial untuk lebih mengenal pasangan. Entah saat pasangan memberi jawaban satu kata maupun beribu keluhan, obrolan itu hanya menghasilkan hubungan yang terasa jauh.

Inilah tujuh pertanyaan untuk menjadi pasangan yang bukan hanya sukses, tetapi bahagia berdasarkan pendapat ahli:

1. Apa bagian terbaik dari hari ini?

Kita cenderung mengingat yang buruk dibanding yang baik. Jadi, jika kedua pasangan terbiasa mengeluhkan bagian terburuknya, coba tanya apa yang paling berkesan. Ini dapat membantu membangun optimisme dan rasa bersyukur yang baik untuk kesehatan mental. Ini juga akan berujung ke percakapan menyenangkan.

Coba inisiasi dengan menyebutkan kesan sendiri, “Bagian terbaik hari ini untukku adalah menyelesaikan laporan itu. Bagaimana denganmu?”

2. Apa yang tidak berjalan sesuai rencana?

Daripada menanyakan bagian terburuk dari hari pasangan, yang mungkin bisa memicu deretan keluhan, coba normalisasi rencana terkadang tidak berjalan sesuai keinginan. Menanyakan pertanyaan ini juga menunjukkan ketersediaan mendengar kesulitan yang pasangan jalani.

Mungkin pasangan akan berkata, “Presentasi pentingku diundur hingga minggu depan, jadi persiapannya ditunda.” Ini bisa menunjukkan bagaimana pasangan menghadapi hal tak terduga dan juga kondisi emosional pasangan.

Seringkali, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mendengar tanpa memberi nasihat.

 

Pertanyaan yang Membuat Optimistis

Ilustrasi pasangan cinta, romantis, pacaran, kencan. (Photo by Vladimir Kudinov on Unsplash)

3. Siapa yang membuat harimu lebih mudah?

Pertanyaan ini bisa mengundang perubahan dari mengeluh tentang bos yang tak masuk akal atau rekan kerja yang menjengkelkan ke mengakui orang-orang yang diapresiasi.

Terkadang, mungkin nama satu sama lain akan terucap, “Saat kamu jemput anak-anak, aku jadi tidak merasa tertekan untuk cepat pulang,” atau, “Kamu membuat hariku lebih ceria saat kamu mengirimkan pesan tadi.”

Seiring berjalannya waktu, ini bisa memotivasi satu sama lain untuk membuat hari satu sama lain menjadi lebih menyenangkan.

4. Apa yang membuatmu merasa optimistis?

Harapan itu hal yang baik. Riset menunjukkan harapan berkaitan dengan perasaan bahwa hidup itu bermakna, yang bisa membantu di kala sulit.

Ini bekerja di skala kecil maupun besar. Jawabannya mungkin, “Aku optimis bahwa aku akan punya banyak waktu istirahat setelah konferensi penjualan besok.”

 

 

Pertanyaan Berkaitan Sesuatu yang Membuat Menyenangkan

Ilustrasi pasangan, pacaran, kencan, memperjuangkan cinta. (Image by pch.vector on Freepik)

5. Apa yang bisa buat malam ini jadi menyenangkan bagimu?

Setelah hari yang melelahkan, mungkin pasangan akan berujung fokus dengan gawai masing-masing walaupun di ruangan yang sama. Dengan pertanyaan ini, koneksi dapat diciptakan tanpa harus mengeluarkan energi banyak untuk percakapan panjang dan mendalam.

Tanyakan dengan tulus, tanpa maksud lain. Pasangan mungkin akan menjawab dengan mengajak jalan sore, ataupun memesan makanan sambil menonton TV. Bertanya lebih dulu artinya tidak lagi harus menerka.

6. Apa yang bisa aku bantu malam ini?

Pasangan yang kuat menjalani hubungan sebagai tim, dan cara menjadi anggota tim yang baik adalah bertanya bagaimana cara untuk membantu.

Dibanding dengan melontarkan “Beritahu jika butuh apa-apa,” coba lebih spesifik dan berinisiatif, contohnya, “Mau aku yang urus makan malam?” Mungkin pasangan akan menjawab, “Iya, tolong ya. Aku tidak mau berpikir lagi malam ini, meskipun soal apa yang harus dimakan.”

Jangan bersikap seakan pasangan berhutang. Tujuannya adalah untuk menunjukkan keterlibatan dalam berbagi beban. Mungkin siapa yang mengurus lebih banyak hal akan bergantian. Kegiatan saling memberi dan menerima tanpa perhitungan adalah kunci hubungan yang kuat.

7. Apa yang berhasil kamu lakukan hari ini untuk lebih kuat secara mental?

Mungkin pasangan memberi pendapat saat rapat, menetapkan batasan, atau melewati sesuatu yang mereka takuti. Mengakui kekuatan batin mereka mengingatkan mereka bahwa mereka kuat.

Jadikan kebiasaan untuk membahas contoh kekuatan batin. Rayakan apa yang telah dijalani hari ini, dan tanyakan lagi pertanyaan seperti ini esok hari, karena jika sebuah pasangan bertanya lebih dari “Bagaimana pekerjaanmu hari ini?” percakapan tiap malam akan lebih bermakna.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya