Liputan6.com, Tiongkok - Dua saudara perempuan asal China membuat publik heboh setelah membongkar dugaan perselingkuhan ayah mereka yang disebut telah berlangsung selama sekitar satu dekade. Tak hanya mengungkap hubungan tersebut, keduanya juga menuding sang ayah terlibat dalam sejumlah dugaan pelanggaran akademik.
Kisah tersebut mencuat setelah kedua perempuan berumur 20 dan 15 tahun itu menerbitkan dokumen setebal 86 halaman secara daring (online). Dokumen tersebut berisi berbagai tuduhan terhadap ayah mereka dan seorang mantan mahasiswa yang kini menjadi profesor di universitas yang sama.
Sosok yang dituding adalah Fu Lei, 47 tahun, mantan profesor sekaligus pembimbing mahasiswa doktoral di College of Chemistry and Molecular Sciences, Universitas Wuhan. Saat ini, Fu menjabat sebagai wakil rektor Universitas Anhui dan menjadi anggota Komite Tetap Komite Partai.
Advertisement
Dugaan Perselingkuhan Terungkap Sejak 2018
Dalam dokumen yang beredar, Fu disebut telah menjalin hubungan dengan mantan mahasiswa doktoralnya, Zeng Mengqi, 35 tahun, sejak 2016.
Kedua putrinya mengaku pertama kali mengetahui hubungan tersebut pada 2018. Saat itu, mereka masing-masing baru berumur 12 dan 7 tahun, seperti dikutip dari South China Morning Post pada Rabu, 9 September 2026.
Salah satu petunjuk yang mereka temukan adalah avatar daring yang digunakan Fu dan Zeng. Keduanya menggunakan karakter dari anime Jepang Detective Conan. Fu disebut menggunakan karakter Conan, sedangkan Zeng menggunakan Ai Haibara.
Dalam dokumen tersebut, kedua putri Fu menuliskan kalimat yang menggambarkan luka keluarga mereka. "Ai Haibara adalah karakter fiksi, tapi keluarga yang dihancurkan Zeng adalah nyata," katanya.
Kedua putri itu juga mengklaim ayah mereka selalu merespons permintaan Zeng, bahkan ketika sedang menjalani liburan bersama keluarga. Mereka juga mengaku pernah melihat pesan yang dianggap provokatif dari Zeng kepada ibu mereka.
Hubungan Disebut Berlanjut Meski Zeng Sudah Menikah
Zeng kemudian menikah dengan rekan sesama dosen di universitas pada 2023. Namun, berdasarkan tuduhan dalam dokumen tersebut, hubungan antara Zeng dan Fu disebut tetap berlanjut.
Sekitar dua tahun lalu, Fu disebut meninggalkan keluarganya. Sang ibu kemudian harus menanggung cicilan rumah dan merawat kedua putrinya seorang diri. Dalam dokumen tersebut disebutkan, kondisi itu membuat sang ibu kehilangan berat badan hingga 15 kilogram.
Putri sulung Fu kemudian menghadapi ayahnya dalam sebuah rapat pimpinan universitas. Dalam pertemuan tersebut, Fu disebut menandatangani kesepakatan untuk memberikan tunjangan anak sebesar 5.000 yuan atau sekitar Rp11 juta setiap bulan.
Jumlah tersebut jauh di bawah pendapatan tahunan Fu yang disebut mencapai lebih dari 1 juta yuan atau sekitar Rp2,2 miliar.
Muncul Tuduhan Penyalahgunaan Dana Riset
Persoalan yang diungkap kedua putri tersebut tidak berhenti pada kehidupan pribadi. Dokumen setebal 86 halaman itu juga menuduh Fu dan Zeng menyalahgunakan dana penelitian universitas untuk kepentingan pribadi. Selain itu, integritas akademik Zeng turut dipertanyakan.
Zeng meraih gelar doktor pada 2018. Dua tahun kemudian, ia menjadi profesor madya dan pada 2021 dipromosikan menjadi profesor.
Dia juga pernah mendapat pengakuan sebagai talenta muda dalam Program Dukungan Khusus Talenta Tingkat Tinggi Nasional China.
Namun, dokumen tersebut menuding Zeng mengambil kesempatan mahasiswa lain untuk menjadi penulis pertama dalam sejumlah publikasi ilmiah. Dia juga dituduh menggunakan Fu sebagai ghostwriter untuk artikel yang diterbitkan di jurnal ternama, termasuk Nature Materials dan Journal of the American Chemical Society.
Â
Universitas Wuhan Mulai Selidiki Tuduhan
![[Bintang] 4 Shio Ini Lama Sadar Kalau Pacarnya Selingkuh](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/IYKIYqzynQCWJZdFvdoyRA_05Uw=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1813362/original/048553800_1514362508-4.jpg)
South China Morning Post menyebut bahwa hingga kini, Fu maupun Zeng belum memberikan tanggapan terbuka mengenai seluruh tuduhan tersebut. Universitas Wuhan pada 3 September mengumumkan telah menerima materi laporan dari whistleblower pada 19 Agustus.
Pihak universitas menyatakan akan melakukan penyelidikan terhadap berbagai tuduhan yang disampaikan. Universitas Anhui juga mengonfirmasi telah memulai penyelidikan terhadap Fu.
Kedua universitas menyatakan akan mengumumkan hasil penyelidikan setelah proses tersebut selesai. Sampai saat ini, belum ada pihak yang diberhentikan sementara dari jabatannya.
Di media sosial, kasus ini memicu simpati sekaligus perdebatan. Banyak orang bersimpati terhadap kedua putri yang mengaku harus menghadapi persoalan keluarga tersebut sejak masih kecil.
Namun, sebagian pihak juga mempertanyakan siapa sebenarnya yang menulis dokumen tersebut. Ada dugaan dokumen itu ditulis oleh istri Fu dengan menggunakan sudut pandang kedua putrinya. Dugaan tersebut muncul karena pilihan kata dalam dokumen dinilai menunjukkan kemungkinan campur tangan orang dewasa.
Pengacara Zhou Zhaocheng dari Beijing Anjian Law Firm mengatakan, apabila penyelidikan menemukan bukti pelanggaran etika profesi atau integritas akademik, Fu dan Zeng dapat dicopot dari jabatan atau bahkan diberhentikan.
Sebaliknya, jika tuduhan dalam dokumen terbukti melebih-lebihkan fakta, pihak yang menyebarkan materi tersebut juga dapat menghadapi konsekuensi hukum atas dugaan pencemaran nama baik.
Untuk saat ini, seluruh tuduhan tersebut masih dalam proses penyelidikan dan belum terbukti secara hukum.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320371/original/018798600_1786347441-Stella.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3339591/original/000480600_1609737725-cek_fakta_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329565/original/022781600_1787284896-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-21T105934.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2782153/original/043243400_1555567136-photo-1449495169669-7b118f960251.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4577119/original/061536500_1694777744-20230915-Bantar_Gebang-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334866/original/015375800_1787901854-ron2025-robot-vacuum-cleaner-5073580.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336107/original/092045800_1788129901-ChatGPT_Image_31_Agu_2026__05.38.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336003/original/002850600_1788088468-Siti_Badriah_di_Bali_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3135270/original/061795800_1590164990-etienne-boulanger-erCPgyXNlto-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314514/original/073550800_1785748894-1001521067.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313695/original/004993900_1785665474-1200LIP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308491/original/064641300_1785144639-5.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4835379/original/022249200_1715964611-Andri_Mashadi_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543913/original/098301300_1775039405-Kepala_Kejaksaan_Negeri_Kabupaten_Kupang_Jupiter_Selan__tengah_.jpg)