Ucapan Sudaryono soal Telur dan Bisulan Viral, Dokter Jelaskan Faktanya

Benarkah telur bisa bikin bisulan? Simak penjelasan dokter usai pernyataan Sudaryono viral.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 24 Juli 2026, 10:25 WIB
Pernyataan Sudaryono yang mengaku pernah bisulan karena banyak makan telur menjadi perbincangan. Dokter pun meluruskan anggapan tersebut dan menjelaskan penyebab bisul yang sebenarnya menurut ilmu medis. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Viral pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, yang mengaku pernah mengalami bisulan karena terlalu banyak makan telur saat kecil. Pernyataan itu disampaikan Sudaryono usai dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, pada 22 Juli 2026.

Dia menceritakan masa kecilnya di Grobogan, Jawa Tengah, tempat keluarganya memelihara ayam sehingga dirinya terbiasa mengonsumsi telur dalam jumlah banyak.

Pernyataan tersebut kemudian menuai perhatian dan ditanggapi sejumlah pakar kesehatan, di antaranya DR. dr. Tan Shot Yen,M.hum serta Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi, dr. Decsa Medika Hertanto, Sp.PD, K-GH, FINASIM, melalui akun Instagram masing-masing.

Di akun Instagram pribadinya, @drtanshotyen, Tan Shot Yen mengunggah penjelasan bahwa mengonsumsi telur, meski dalam jumlah banyak, tidak menyebabkan bisulan. Unggahan tersebut menggunakan foto Sudaryono dengan kutipan ucapannya, "Mohon maaf sampai bisulan di mana-mana."

Sementara itu, Decsa mengaku menerima banyak pertanyaan melalui direct message (DM) terkait anggapan bahwa telur dapat menyebabkan bisulan. Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dokterdecsa, dia pun meluruskan kesalahpahaman tersebut.

"Izin meluruskan ya, Pak. Pertama, telur tidak menyebabkan bisulan. Bisul adalah infeksi bakteri pada folikel rambut yang paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Jadi, sama sekali tidak ada hubungannya dengan makanan yang kita konsumsi," katanya.

Lantas, mengapa sebagian orang merasa bisul muncul setelah mengonsumsi telur? Menurut Decsa, anggapan tersebut sering kali merupakan kesalahpahaman.

Dia menjelaskan bahwa yang sebenarnya dapat terjadi adalah reaksi alergi telur pada orang yang memang memiliki alergi. Protein dalam telur dapat memicu sistem imun melepaskan histamin sehingga menimbulkan biduran, gatal-gatal, bentol merah, atau ruam pada kulit.

"Pada sebagian orang, rasa gatal tersebut kemudian digaruk hingga menimbulkan luka. Dari situlah bakteri Staphylococcus aureus berpeluang masuk dan menyebabkan bisul, terutama di area yang memiliki banyak folikel rambut, seperti ketiak, selangkangan, dan area lainnya," ujarnya.

Oleh sebab itu, Decsa menegaskan bahwa telur tidak perlu dihindari oleh orang yang tidak memiliki alergi.

"Bagi orang yang tidak memiliki alergi telur, mengonsumsi telur aman dan tidak akan menyebabkan bisulan. Namun, jika memiliki alergi telur, sebaiknya konsultasikan dengan dokter," pungkasnya.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Decsa Medika Hertanto (@dokterdecsa)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya