Liputan6.com, Jakarta - Mitos bahwa makan telur bisa menyebabkan bisulan kembali menjadi perbincangan setelah pernyataan Kepala BGN, Sudaryono. Usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026, pengganti nanik S Deyang tersebut bercerita bahwa semasa kecil sering mengonsumsi telur karena keluarganya memelihara ayam di Grobogan, Jawa Tengah.
Lantas, benarkah makan telur bisa menyebabkan bisulan? Menurut ahli diet dan ahli gizi di Westchester County, New York, Mary Opfer, RD, CDN, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa telur atau makanan tertentu dapat secara langsung menyebabkan maupun mengobati bisul.
Advertisement
Meski begitu, pola makan tetap bisa berpengaruh secara tidak langsung terhadap risiko munculnya bisul. "Meskipun modifikasi diet belum banyak diteliti untuk pencegahan dan pengobatan bisul, telah ditemukan bahwa mengurangi konsumsi gula olahan dan menghindari makanan alergen mungkin bermanfaat," kata Opfer dikutip dari everydayhealth pada Jumat (24/7/2026)
Apa penyebab munculnya bisul? Opfer menjelaskan bahwa bisul merupakan infeksi pada folikel rambut yang paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Oleh sebab itu, penyebab utama bisul bukanlah makanan yang dikonsumsi.
Beberapa kondisi, seperti diabetes, justru dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi bakteri tersebut. Dokter penyakit dalam di Northwestern Medicine Central DuPage Hospital, Nadia M. Khan, MD, mengatakan, pasien diabetes lebih rentan mengalami bisul dan infeksi kulit lainnya, terutama jika kadar gula darahnya tidak terkontrol.
Oleh sebab itu, menjaga kadar gula darah tetap stabil menjadi salah satu cara untuk menurunkan risiko infeksi. Hal ini dilakukan melalui pola makan sehat yang kaya sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, produk susu rendah lemak, serta ikan yang mengandung asam lemak omega-3, seperti salmon, makarel, tuna, dan sarden.
Namun, pengelolaan diabetes tidak bergantung pada satu jenis makanan, melainkan keseluruhan pola makan dan gaya hidup sehat.
Dokter: Telur Tidak Menyebabkan Bisulan
Hal senada disampaikan Internist Subspesialis Ginjal Hipertensi, dr. Decsa Medika Hertanto, Sp.PD, K-GH, FINASIM. Dia menegaskan bahwa telur tidak menyebabkan bisulan.
"Telur tidak menyebabkan bisulan. Bisul itu sebenarnya infeksi bakteri di folikel rambut, yang paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan makanan yang dimakan," katanya melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dokterdecsa.
Menurut Decsa, anggapan bahwa bisul muncul setelah makan telur kemungkinan terjadi pada orang yang memiliki alergi telur. Protein dalam telur dapat memicu pelepasan histamin sehingga menyebabkan biduran, gatal, bentol merah, atau ruam pada kulit.
Jika area yang gatal terus digaruk hingga terluka, bakteri Staphylococcus aureus dapat masuk ke dalam kulit dan memicu terbentuknya bisul, terutama di area yang banyak memiliki folikel rambut, seperti ketiak dan selangkangan.
Oleh sebab itu, orang yang tidak memiliki alergi telur tidak perlu khawatir mengonsumsi telur.
"Buat kalian yang tidak alergi telur, makan telur itu aman-aman saja, tidak bakal bikin bisulan. Tapi bagi yang memiliki alergi telur, sebaiknya konsultasikan ke dokter," pungkas Decsa.