Sherina Ungkap Cara Orang Tuanya Membantu Menemukan Potensi Diri

Sherina mengungkap peran orang tua dalam menemukan potensinya sejak kecil. Simak kisahnya.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 26 Juli 2026, 14:00 WIB
Sherina mengaku sejak kecil diberi kesempatan mencoba berbagai aktivitas, mulai dari balet, piano, hingga bernyanyi. Pengalaman itu sejalan dengan saran psikolog agar orang tua tidak terburu-buru menentukan bakat anak. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Generasi 90-an tentu sudah tidak asing dengan nama Sherina. Penyanyi cilik yang melejit pada masanya ini memiliki ciri khas yang berbeda dari penyanyi anak lainnya. Suara merdu, lagu-lagu anak karya maestro musik Elfa Secioria, serta aransemen orkestra yang megah membuat penampilannya begitu melekat di ingatan kita.

Tak hanya dikenal lewat kemampuan bernyanyi, Sherina kecil juga piawai menari balet dan memainkan piano klasik. Salah satu momen yang masih diingat banyak orang adalah ketika dia berduet dengan Westlife membawakan lagu I Have a Dream. Saat itu, Sherina mendapat hadiah sepasang sepatu balet dan memilih menghadirkan penari balet cilik dalam video klipnya.

Di balik berbagai kemampuannya, Sherina mengaku sejak kecil memang memiliki banyak minat. Dia belajar balet, piano, hingga bernyanyi karena keinginannya sendiri. Beruntung, kedua orang tuanya selalu mendukung dan memfasilitasi setiap ketertarikannya.

"Karena aku sangat beruntung, orang tuaku itu memfasilitasi aku dengan berbagai macam hiburan, tontonan, dan juga kegiatan-kegiatan yang sangat merangsang keinginan untuk berkesenian," kata Sherina saat memperkenalkan rangkaian Bebelac Little Star 2026.

Meski begitu, dukungan orang tua tidak selalu berarti semua keinginan langsung dipenuhi. Sherina bercerita, sang ibu sempat meminta dirinya tidak mengikuti terlalu banyak kegiatan.

Namun, dia terus meyakinkan orang tuanya karena benar-benar menikmati setiap proses yang dijalani. "Ya sudah, akhirnya semua dijalankan supaya energi tersalurkan," ujarnya.

Sherina juga mengaku beruntung bisa belajar langsung kepada maestro musik Elfa Secioria, yang menjadi guru sekaligus sosok panutannya. Saat itu, Elfa memiliki banyak koleksi lagu anak dengan aransemen orkestra dan tengah mencari penyanyi cilik, seperti 'Andai Aku Besar Nanti' dan 'Lihatlah Lebih Dekat'.

Kesempatan itu akhirnya datang kepada Sherina. Menariknya, dia mengaku tidak pernah merasa sedang membangun karier. Baginya, seluruh proses tersebut hanyalah sebuah permainan yang menyenangkan.

"Aku ngerasa sama proses itu kayak main-main. Jadi happy terus. Nyanyi tuh juga happy," ujarnya.

Belajar dari Pengalaman Sherina

Sherina mengaku sejak kecil diberi kesempatan mencoba berbagai aktivitas, mulai dari balet, piano, hingga bernyanyi. Pengalaman itu sejalan dengan saran psikolog agar orang tua tidak terburu-buru menentukan bakat anak. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Pengalaman Sherina sejalan dengan pandangan Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga, Ayoe Sutomo. Menurutnya, orang tua tidak perlu terburu-buru menentukan bakat anak karena hingga usia 10 tahun mereka masih berada dalam fase eksplorasi.

Oleh sebab itu, Ayoe menilai tugas utama orang tua adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak untuk mencoba berbagai aktivitas. Orang tua juga perlu mengenalkan banyak hal dan memperkaya pengalaman anak agar mereka dapat menemukan minatnya secara alami.

Setelah memberikan kesempatan untuk bereksplorasi, orang tua perlu melakukan observasi terhadap setiap aktivitas yang dijalani anak.

Melalui proses tersebut, orang tua dapat mengetahui aktivitas yang paling disukai anak, bidang yang paling membuatnya antusias, hingga kemampuan yang lebih menonjol dibandingkan teman-teman seusianya.

"Mana yang kira-kira Si Kecil ketertarikannya paling besar dibandingkan kegiatan-kegiatan yang diikuti. Kemudian mana yang Si Kecil lebih excellent atau lebih bagus dibandingkan teman-temannya," ujarnya.

Setelah potensi anak mulai terlihat, orang tua perlu memberikan dukungan penuh sekaligus mengapresiasi setiap proses yang dilalui. Menurut Ayoe, sekecil apa pun perkembangan anak tetap layak mendapat penghargaan karena semua pencapaian berawal dari langkah-langkah kecil.

"Jangan lupa kasih apresiasi atas every little step, every baby step. Semuanya itu harus diberikan apresiasi karena semuanya dimulai dari baby steps tersebut," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya