Operasi Jantung dengan Sayatan Kecil, Begini Cara Kerja Teknik MICS

Teknologi kedokteran makin canggih termasuk dalam operasi jantung. Kini ada MICS tanpa pembelahan dada.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 03 Agustus 2026, 07:00 WIB
Dokter Ismail Dilawar SpBTKV bicara tentang MICS atau bedah minimal invasif sebagai prosedur minimal invasif untuk jantung. (Liputan6.com/Kanaya Nanda Putri)

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi medis makin canggih termasuk dalam operasi jantung. Saat ini sudah ada teknik bedah minimal invasif dengan melakukan sayatan kecil bernama Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS).

Dokter Ismail Dilawar SpBTKV, menjelaskan bahwa teknik MICS dilakukan melalui sayatan kecil di sisi kanan dada, tepatnya di bawah ketiak, dengan bantuan kamera khusus. Berbeda dengan operasi jantung konvensional, prosedur ini tidak memerlukan pembelahan tulang dada sehingga luka operasi lebih kecil.

"Sudah tidak lagi dipotong dada, memotong tulang segala macam. Kita hanya menggunakan potongan kecil di sebelah kanan dada, jadi di bawah ketiak terutama. Dan, itu bisa pakai bantuan kamera," jelasnya dalam gathering bersama Brawijaya Hospital di Jakarta (30/7/2026).

Ismail menerangkan tujuan utama penggunaan teknik MICS adalah memberikan hasil operasi yang sama baiknya dengan prosedur konvensional, tetapi dengan trauma operasi yang lebih minimal. Dengan luka yang lebih kecil, pasien umumnya dapat pulih lebih cepat.

"Operasinya jadi lebih cepat, kemudian lebih bagus, pasien lebih cepat pulih, lebih cepat pulang, lebih cepat kembali bekerja," katanya.

Ismail mengatakan MICS paling sering dilakukan adalah operasi pada pasien penyakit jantung koroner. Selain itu, teknik ini juga dapat diterapkan pada operasi katup jantung maupun beberapa kelainan jantung bawaan, termasuk lubang pada jantung.

"Tidak hanya sedikit operasi yang bisa dikerjakan. Hampir seluruh operasi jantung bisa dikerjakan dengan MICS," ujarnya.

 

Robotic Surgery Dalam Bedah Jantung

Selain MICS, perkembangan teknologi bedah jantung juga menghadirkan robotic surgery atau operasi dengan bantuan robot. Dalam prosedur ini, dokter mengendalikan lengan robot untuk melakukan tindakan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.

"Robotic surgery memang dibantu oleh robot. Tangan-tangan robot yang melakukan tindakan operasi. Tujuannya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien," jelas Ismail.

Meski teknologi makin canggih operasi jantung konvensional masih menjadi tulang punggung dalam penanganan pasien. Salah satu pertimbangannya adalah biaya, karena teknologi minimal invasif maupun operasi robotik masih belum dapat diakses oleh semua pasien.

"Teknik konvensional juga masih merupakan tulang punggung dalam menolong pasien. Teknik yang lama ini masih banyak dikerjakan sampai saat ini," katanya.

Menurut Ismail, tidak ada satu metode operasi yang paling baik untuk semua pasien. Pemilihan teknik akan disesuaikan dengan kondisi medis, jenis penyakit, fasilitas rumah sakit, serta kemampuan pembiayaan pasien, baik melalui asuransi maupun sumber pembiayaan lainnya.

"Kalau ingin memberikan manfaat lebih bagi pasien, bedah minimal invasif bisa menjadi pilihan. Namun, bila terkendala pembiayaan, teknik konvensional juga tetap merupakan pilihan yang baik," ujarnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya