Napuccino, Metode Tidur Singkat yang Disebut Bisa Tingkatkan Produktivitas

Napuccino disebut lebih efektif daripada kopi biasa. Simak cara kerja dan manfaatnya bagi produktivitas.

oleh Aditya Eka PrawiraKanaya Nanda PutriDiterbitkan 05 Agustus 2026, 18:11 WIB
Dokter spesialis tidur Andreas Prasadja menjelaskan metode napuccino, yaitu minum kopi lalu tidur siang 15-30 menit. Menurutnya, cara ini lebih efektif memulihkan fokus dibanding hanya mengandalkan kafein. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang mengandalkan secangkir kopi untuk mengusir kantuk saat bekerja. Namun, menurut dokter spesialis tidur Andreas Prasadja, kopi hanya membuat seseorang tetap terjaga, bukan memulihkan otak yang kelelahan akibat kurang tidur.

Sebagai alternatif, Andreas memperkenalkan metode napuccino, yakni kombinasi minum kopi dan tidur siang singkat. Menurutnya, cara ini lebih efektif mengembalikan fokus dan produktivitas dibanding hanya mengandalkan kafein.

Andreas menjelaskan bahwa hingga kini belum ada zat atau minuman yang mampu menggantikan efek restoratif dari tidur. Pasalnya, berbagai fungsi penting otak hanya dapat dipulihkan saat seseorang tidur.

"Kemampuan otak kita, performa otak, kemampuan konsentrasi, daya ingat, ketelitian, kreativitas, stabilitas emosi, kebahagiaan, itu cuma dibangun pada saat tidur. Tidak ada satu zat pun yang bisa menggantikan efek restoratif tidur sampai saat ini," ujar Andreas saat ditemui Kesehatan Liputan6.com di Nap Lab Jakarta beberapa waktu lalu.

Dia, menambahkan, kopi memang dapat membantu mengurangi rasa kantuk, tetapi tidak memperbaiki kondisi otak yang sudah lelah. "Yang paling mirip itu kopi, tapi itu pun cuma bikin melek. Otak yang sudah lelah tidak terbantukan," katanya.

Oleh sebab itu, Andreas menilai kebiasaan langsung minum kopi setiap kali mengantuk tidak menyelesaikan akar masalah. Meski tubuh terasa lebih segar, kemampuan berpikir dan produktivitas belum tentu kembali optimal.

"Kenapa? Karena cuma bikin melek, tapi otak yang lelah tetap. Jadi pekerjaan yang harusnya sejam selesai jadinya dua jam, tiga jam, karena enggak bisa maksimal," tambahnya.

Apa Itu Napuccino?

Napuccino adalah metode yang menggabungkan minum kopi dengan tidur siang singkat selama sekitar 15 hingga 30 menit. Caranya sederhana, yaitu minum secangkir kopi terlebih dahulu, lalu langsung tidur.

Menurut Andreas, metode ini memanfaatkan waktu kerja kafein yang umumnya baru mulai bereaksi sekitar 20-30 menit setelah diminum. Saat seseorang terbangun, tubuh sudah memperoleh manfaat tidur singkat, sementara efek kafein mulai bekerja sehingga rasa segar muncul secara bersamaan.

"Kopi diminum, kan, enggak langsung kerja. Tidur setengah jam, begitu bangun mendapatkan semua manfaat tidur, persis kafeinnya kick in," ujarnya.

Dengan cara tersebut, seseorang tidak hanya menjadi lebih terjaga, tapi juga mendapatkan pemulihan fungsi otak yang tidak bisa diperoleh dari kopi saja.

"Begitu bangun mendapatkan semua manfaat tidur, seger, happy, positif, otaknya encer lagi, bisa produktif."

Tidur Tetap Tidak Tergantikan

Andreas berharap masyarakat mulai mengubah pandangan terhadap tidur. Menurutnya, tidur bukanlah tanda kemalasan, melainkan kebutuhan biologis yang berperan penting dalam menjaga kesehatan otak sekaligus mendukung produktivitas.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya