Cut Aura Lolos LPDP, Pembawa Baki Paskibraka Ini Cerita Realita Kuliah di Korea

Kisah Cut Aura Maghfirah Putri mengejar mimpi ke Korea lewat LPDP menyimpan banyak pelajaran berharga.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 05 Agustus 2026, 16:53 WIB
Cut Aura Maghfirah Putri, Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2016, berhasil meraih beasiswa LPDP dan kini menempuh S2 Keperawatan di Seoul National University, Korea Selatan. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Liputan6.com, Jakarta - Ambisius dan pekerja keras. Dua kata itu rasanya tepat untuk menggambarkan sosok Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2016, Cut Aura Maghfirah Putri.

Siapa pun yang mengenalnya mungkin tak akan heran saat membuka akun Instagram pribadinya, @cutauram.p, yang sempat 'dipenuhi sarang laba-laba'. Unggahan terakhirnya selama bertahun-tahun adalah potret saat bertugas sebagai Pembawa Baki pada Upacara Penurunan Bendera Merah Putih tahun 2016.

Setelah itu, akun tersebut nyaris tak aktif hingga muncul unggahan baru pada 2020. Lalu, di penghujung 2023, Aura tiba-tiba kembali menyapa pengikutnya.

Kali ini, dia membagikan foto yang memperlihatkan dirinya berada di Korea Selatan. "Iya, Kak, sekarang aku di Seoul National University," kata Aura saat dihubungi Kesehatan Liputan6.com pada Rabu (5/8/2026).

Jurnalis Liputan6.com pernah bertemu hampir setiap hari selama sebulan penuh ketika sama-sama berada di asrama Paskibraka pada 2016. Setelah saling bertukar kabar, penggemar berat idol Kpop, SEVENTEEN, bercerita tentang mimpinya yang akhirnya menjadi kenyataan.

 

Cut Aura Maghfirah Putri, Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2016, berhasil meraih beasiswa LPDP dan kini menempuh S2 Keperawatan di Seoul National University, Korea Selatan. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Aura kini menempuh studi magister (S2) Keperawatan di Seoul National University (SNU), salah satu kampus terbaik di Korea Selatan. Keinginan melanjutkan studi di Korea Selatan sebenarnya sudah dia pendam sejak lama.

Namun, sebagai anak perempuan yang berasal dari Aceh, da harus mengikuti keinginan kedua orang tuanya untuk tetap menempuh pendidikan S1 di kampung halaman. "Aku enggak boleh jauh dulu sama orang tua. S1 aku harus kuliah di Aceh," ujarnya.

Menurut Aura, sang ibu baru mengizinkannya merantau ke luar negeri setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. "Kata orang tua, S2 bolehlah. Kamu mau di mana saja, terserah," katanya menirukan ucapan sang ibu.

Sejak masih kuliah S1, Aura sudah menyusun langkah demi langkah untuk mewujudkan impiannya. Target utamanya adalah mendapatkan beasiswa LPDP.

"Jadi aku cari kontribusi-kontribusi yang memang bergerak di bidang yang aku tekuni. Aku fokusnya di Departemen Keperawatan Komunitas," katanya.

 

Cut Aura Maghfirah Putri, Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2016, berhasil meraih beasiswa LPDP dan kini menempuh S2 Keperawatan di Seoul National University, Korea Selatan. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Dia aktif mengikuti organisasi yang relevan dengan bidang studinya, terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat, hingga melakukan penelitian bersama profesor.

Kesempatan penting datang pada 2023 ketika menjelang wisuda S1. Bersama dosen pembimbingnya, Aura mengikuti konferensi keperawatan di Korea Selatan.

"Nah, di situlah kayaknya yang benar-benar mendukung CV-ku karena aku sempat konferensi di sana," ujarnya.

Sepulang dari konferensi, Aura langsung mendaftar beasiswa LPDP tahap pertama tahun 2024. Hasilnya sesuai harapan. "Alhamdulillah aku lulus one shot, Kak, jadi dapat beasiswa LPDP," katanya.

Setelah itu, dia mendaftar ke Seoul National University dan kembali dinyatakan lolos. "Alhamdulillah lulus juga. Jadi prosesnya memakan waktu sekitar satu tahun. Akhirnya sekarang aku di SNU," katanya.

Meski akhirnya berlabuh di SNU, Aura mengaku hanya membidik tiga universitas terbaik di Korea Selatan, yakni Seoul National University, Yonsei University, dan Korea University.

"Aku hanya incar top 3 kampus terbaik di Korea. Jadi kalau aku enggak lulus di tiga itu, kayaknya aku enggak ke Korea," ujarnya.

 

Adaptasi dengan Budaya Belajar Korea

Cut Aura Maghfirah Putri, Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2016, berhasil meraih beasiswa LPDP dan kini menempuh S2 Keperawatan di Seoul National University, Korea Selatan. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Bagi Aura, tinggal jauh dari orang tua di negara lain menghadirkan pengalaman yang tak selalu mudah.

Namun, dia juga merasakan banyak hal positif. "Kalau plusnya, lebih diverse," katanya.

Menurutnya, lingkungan kampus dipenuhi mahasiswa lokal maupun internasional sehingga membuatnya belajar beradaptasi dengan berbagai budaya. "Jadi lebih terasa survival mode-nya. Terus lebih terpacu buat belajar," tambahnya.

Di sisi lain, Aura mengakui persaingan akademik di Korea Selatan jauh lebih ketat dibanding pengalaman kuliahnya saat S1.

"Aku memang enggak bisa membandingkan dengan S2 di Indonesia. Tapi kalau dibandingkan dengan S1 aku dulu, ketika profesor bertanya biasanya cuma beberapa orang yang benar-benar ingin menjawab," katanya.

"Kalau di Korea, di kelasku itu literally semuanya mau menjawab. Semua berlomba-lomba buat menjawab," tambah Aura.

Budaya ppalli-ppalli atau serba cepat juga menjadi tantangan tersendiri. "Kalau ada tugas misalnya deadline seminggu lagi, besoknya mereka sudah selesai dan langsung submit. Jadi kita ikut terpacu," kata Aura.

Tak hanya itu, budaya belajar mahasiswa Korea juga membuatnya terkesan. "Sampai jam 12 malam masih di perpustakaan buat belajar. Itu bukan masa ujian, Kak," tambahnya.

Meski begitu, Aura merasa proses adaptasinya tidak terlalu sulit karena sudah terbiasa bekerja cepat sejak aktif berorganisasi selama kuliah.

Aura, mengatakan,"Pengalaman organisasi waktu S1 membantu. Jadi aku lebih siap setiap saat buat bergerak cepat. Menurutku itu memang berperan penting untuk bisa mengikuti budaya di sana."

 

Tips Lolos LPDP dan Kuliah di Korea

Cut Aura Maghfirah Putri, Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2016, berhasil meraih beasiswa LPDP dan kini menempuh S2 Keperawatan di Seoul National University, Korea Selatan. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Saat diminta memberikan saran bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi S2 di Korea Selatan, Aura menekankan pentingnya mempersiapkan diri sejak dini, terutama bagi mereka yang ingin memperoleh beasiswa LPDP.

"Kalau teman-teman masih kuliah S1 atau baru lulus, kalau bisa perbanyak kontribusi yang memang bermanfaat untuk Indonesia dan sejalan dengan bidang S2 yang ingin diambil," katanya.

Sebagai mahasiswa Keperawatan Komunitas, dia sejak awal aktif mengikuti organisasi sosial dan terjun langsung ke masyarakat agar rekam jejaknya selaras dengan bidang yang akan dipelajari.

Selain itu, dia menyarankan calon pendaftar memiliki tujuan yang jelas setelah lulus. "Setting goals yang achievable. Misalnya setelah S2 nanti mau ngapain. Karena di LPDP kita harus menjelaskan setelah lulus nanti mau memberikan kontribusi apa untuk Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, tujuan yang jelas akan memperbesar peluang mendapatkan beasiswa.

Sementara bagi mahasiswa yang ingin kuliah di Korea dengan biaya sendiri, Aura mengingatkan pentingnya mempersiapkan mental untuk menghadapi perbedaan budaya.

"Menurutku budaya di Korea memang beda banget sama Indonesia. Di Korea itu benar-benar sendiri-sendiri. Individualistis sekali," kata penggemar Wonwoo SEVENTEEN.

Dia membandingkannya dengan kehidupan di Aceh yang terasa lebih hangat,"Kalau di Aceh misalnya aku lagi duduk di mana, nanti ada orang datang nanya, 'Dari mana?' dan sebagainya. Tapi kalau di Korea sama sekali enggak."

 

Homesick Parah

Cut Aura Maghfirah Putri, Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2016, berhasil meraih beasiswa LPDP dan kini menempuh S2 Keperawatan di Seoul National University, Korea Selatan. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Bahkan, dia pernah mengalami kejadian yang cukup membekas. "Aku juga pernah jatuh, tapi enggak ada yang membantu, Kak. Karena mereka memang fokus sama urusan masing-masing," katanya.

Aura juga tak menampik bahwa kehidupan sebagai anak rantau di luar negeri memiliki tantangan tersendiri. Rasa rindu rumah (homesick) menjadi salah satu ujian terberat yang pernah dia alami, bahkan sempat membuat kondisi mentalnya menurun.

Menurutnya, masa tersulit terjadi saat memasuki semester tiga. "Itu baru terasa banget," katanya.

Aura mengaku merupakan pribadi yang lebih senang menghabiskan waktu bersama keluarga dibandingkan teman-teman.

Oleh sebab itu, ketika tinggal jauh dari orang tua, rasa sepi mulai menghampirinya.

"Aku memang lebih senang menghabiskan waktu sama keluarga daripada sama teman-teman. Jadi ketika keluarga enggak ada, itu terasa banget," katanya.

Pada semester satu dan dua, dia masih merasa baik-baik saja karena masih memiliki banyak teman untuk beraktivitas bersama. Namun, memasuki semester tiga, rasa kesepian semakin sulit dihindari.

"Semester satu dan semester dua masih oke karena aku masih punya teman. Tapi semester tiga mulai merasa sepi banget. Aku butuh bunda, aku butuh adik-adik," ujarnya.

Meski rutin melakukan panggilan video dengan keluarganya setiap malam, menurut Aura, hal itu tetap tidak bisa menggantikan kehadiran mereka secara langsung.

"Walaupun FaceTime tiap malam, tetap saja beda," tambahnya.

Di saat yang sama, beban akademik juga semakin berat karena dia mulai mempersiapkan tesis.

"Semester tiga bebannya lebih berat karena sudah mulai persiapan tesis. Jadi semuanya bercampur. Stres karena kuliah, iya. Tugas banyak, iya. Kangen keluarga, iya. Jadinya hampir depresi mungkin," katanya.

 

Fokus pada Tesis

Cut Aura Maghfirah Putri, Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2016, berhasil meraih beasiswa LPDP dan kini menempuh S2 Keperawatan di Seoul National University, Korea Selatan. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Saat ini, Aura tengah menyelesaikan penelitian tesisnya yang berfokus pada hipertensi pada kelompok lanjut usia (older adults).

"Aku mengambil topik hipertensi pada older adults. Datanya menggunakan data lebih dari 25 tahun di Indonesia," ujarnya.

Melalui penelitian tersebut, dia menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi tekanan darah tinggi maupun tekanan darah normal dari sudut pandang ilmu keperawatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya