Bukan Cuma Probiotik, Ini yang Dibutuhkan Usus Anak agar Tetap Sehat

Tak cuma probiotik, ada kombinasi yang dinilai lebih optimal untuk tumbuh kembang anak.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 06 Agustus 2026, 17:21 WIB
Direktur Medical and Scientific Affairs Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menjelaskan perbedaan prebiotik, probiotik, dan sinbiotik serta manfaatnya dalam menjaga kesehatan usus dan tumbuh kembang anak. (Liputan6.com/Kanaya Nanda Putri)

Liputan6.com, Jakarta - Kesehatan sistem pencernaan atau gut microbiota berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Untuk menjaga kesehatan usus, orang tua perlu memastikan anak mendapatkan asupan prebiotik, probiotik, maupun sinbiotik. Lalu, apa perbedaan ketiganya?

Direktur Medical and Scientific Affairs Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menjelaskan bahwa prebiotik merupakan makanan bagi bakteri baik yang hidup di usus. Sementara itu, probiotik adalah mikroorganisme atau bakteri baik yang memang sudah berada di dalam saluran pencernaan.

"Prebiotik itu adalah makanan untuk bakteri-bakteri baik yang ada di usus. Bakteri-bakteri baik yang ada di usus itu namanya probiotik. Jadi kalau prebiotik itu makanan, probiotik itu kita kasih teman kepada bakteri-bakteri baik yang ada di usus," jelas Ray dalam acara Global Advances and Insight on Biotics for Child Health yang digelar Danone Indonesia di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Sementara itu, kombinasi prebiotik dan probiotik dikenal sebagai sinbiotik (synbiotics). Menurut Ray, pendekatan ini dinilai memberikan manfaat yang lebih optimal dibandingkan jika keduanya diberikan secara terpisah.

"Nah kombinasi keduanya, kita sebut sebagai sinbiotik. Tiga-tiganya bagus, lebih bagus lagi kalau kombinasi bersamaan."

Dampak Sinbiotik bagi Tumbuh Kembang Anak

Ray menjelaskan bahwa pemberian sinbiotik secara tepat dapat membantu membentuk komposisi bakteri baik di usus yang lebih mendekati kondisi alami pada anak yang memperoleh ASI eksklusif.

Kondisi tersebut mendukung penyerapan makanan alami dengan lebih baik serta berkontribusi terhadap daya tahan tubuh, proses belajar, hingga perkembangan perilaku anak.

"Mereka tidak saja tumbuh dengan lebih baik, mereka mendekati kombinasi atau variasi yang sama persis seperti ketika seorang anak mendapatkan ASI eksklusif, kemudian mendapatkan makanan natural atau alami. Dan ini penting sekali untuk menjaga imunitas, daya tahan tubuh, proses belajar, dan juga perilaku yang baik buat Si Kecil," tambahnya.

Menurut Ray, kombinasi prebiotik dan probiotik menjadi pendekatan yang paling efektif karena telah didukung berbagai bukti klinis.

Ketika bakteri baik di usus memperoleh nutrisi yang seimbang melalui sinbiotik, komunikasi antara usus dan otak (gut-brain axis) dapat berlangsung lebih optimal sehingga risiko gangguan tumbuh kembang berpotensi ditekan.

Ray menambahkan, sumber prebiotik dapat diperoleh dari makanan tinggi serat, seperti buah-buahan, termasuk pisang. Sementara itu, probiotik banyak ditemukan pada makanan hasil fermentasi.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa prebiotik dan probiotik merupakan komponen yang mudah rusak. Akibatnya, manfaatnya dapat berkurang apabila dikonsumsi secara terpisah atau diproses dengan cara yang kurang higienis.

"Prebiotik dan probiotik itu gampang banget rusak, gampang banget tidak memberikan efek yang maksimal kalau dimakan sendiri-sendiri atau kalau prosesnya tidak higienis," ujar Ray.

Oleh sebab itu, kata Ray, teknologi pangan memiliki peran penting untuk mengombinasikan prebiotik dan probiotik menjadi sinbiotik dengan kualitas yang tetap terjaga dan memenuhi standar keamanan pangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya