PD Anak Bisa Tergerus Gara-Gara Masalah Mata

Mata juling pada anak tak hanya mengganggu penglihatan, tetapi juga bisa membuat percaya diri tergerus.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 10 Agustus 2026, 17:47 WIB
Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus, Dr. dr. Lely Retno Wulandari, SpM (K), menjelaskan dampak masalah mata, termasuk mata juling, terhadap percaya diri anak. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Masalah mata juling pada anak ternyata tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melihat. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi rasa percaya diri anak, terutama ketika mulai memasuki usia sekolah dan berinteraksi dengan teman sebaya.

Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. dr. Lely Retno Wulandari, SpM (K) mengatakan bahwa rasa percaya diri anak bisa menjadi hal pertama yang terdampak ketika mengalami masalah mata.

"Biasanya anak yang tergerus pertama itu pede-nya," ujar Lely.

Menurut Wakil Ketua INAPOSS (Indonesian Pediatric Ophthalmology and Strabismus Society) ini sebagian orang tua masih ragu ketika dokter menyarankan tindakan operasi pada anak.

Ada pula orang tua yang memilih menunda hingga anak akan masuk sekolah dasar dengan harapan kondisi tersebut bisa ditangani kemudian.

Padahal, kata Lely, penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu anak lebih percaya diri ketika memasuki lingkungan sekolah.

"Kalau sekarang saya beri tahu,'Oh, ya sudah. Kalau memang harus dioperasi, sebaiknya dilakukan sekarang, jangan menunggu sampai anak masuk SD. Dengan begitu, anak bisa lebih percaya diri dan prestasinya juga lebih baik'," kata Lely di peluncuran Pusat Operasi Mata Juling RS Mata JEC @ Menteng pada Senin, 10 Agustus 2026.

Lely juga menyoroti kondisi sosial anak ketika mulai berinteraksi dengan teman-temannya. Pada usia sekolah, anak semakin menyadari lingkungan pertemanan dan bisa merasa berbeda apabila memiliki kondisi fisik tertentu.

Dia menyinggung istilah 'anak have' yang digunakan untuk menggambarkan anak dari keluarga berada. Menurut Lely, persoalan penerimaan dalam lingkungan pertemanan dapat menjadi salah satu hal yang memengaruhi kepercayaan diri anak.

"Katanya anak saya enggak dimasukkan circle itu, circle teman-temannya," ujarnya.

Selain kepercayaan diri, masalah mata pada anak juga perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan kondisi mata juling.

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan mata juling adalah kelainan refraksi dengan ukuran yang cukup besar.

"Kalau ukuran kacamatanya minus besar itu bisa juling ke arah luar, kalau plus besar bisa juling ke arah dalam," kata Lely.

Oleh sebab itu, pemeriksaan mata anak penting dilakukan untuk mengetahui adanya gangguan penglihatan atau kelainan refraksi sejak dini.

Dengan demikian, penanganan dapat diberikan sesuai kondisi anak dan tidak hanya membantu fungsi penglihatan, tetapi juga mendukung aktivitas serta kepercayaan dirinya.

Lely menambahkan bahwa masalah mata pada anak sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai persoalan penglihatan.

"Jadi memang itu yang kita tidak harapkan," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya