Gula Darah 600 Kok Tanpa Keluhan? Dokter: Diabetes Tak Selalu Ada Gejala

Ada seseorang dengan gula darah tinggi tapi merasa sehat, bisa jalan-jalan tanpa ada keluhan. Ketika cek kesehatan, kadar gula darah sangat tinggi.

Diterbitkan 10 Agustus 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tangerang Selatan - Diabetes kerap datang tanpa keluhan yang berarti. Bahkan, kadar gula darah yang sangat tinggi tidak selalu membuat seseorang merasa sakit sehingga kondisi tersebut baru diketahui ketika menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi, metabolik, dan diabetes dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD mengatakan dirinya pernah menemukan pasien dengan kadar gula darah mencapai 600 mg/dL yang masih dapat beraktivitas seperti biasa tanpa keluhan.

"Ada pasien 600 juga jalan-jalan. Gula darah 600 nih jalan-jalan saja, enggak ada keluhan sama sekali," kata Dicky.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa ada atau tidaknya keluhan tidak dapat dijadikan patokan untuk mengetahui kadar gula darah seseorang. Pada pasien lain, kadar gula darah yang lebih rendah justru dapat menimbulkan keluhan yang lebih terasa.

"Ada yang gula darahnya 300 sudah banyak keluhan," ujarnya saat temu media pada Sabtu (8/8/2026) di Tangerang Selatan.

Di kesempatan yang sama, Chairman Diabetes Connection Care (DCC) Eka Hospital, Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, menjelaskan bahwa ada juga orang yang memperlihatkan gejala diabetes seperti poliuria atau banyak berkemih terutama malam hari. Lalu, polifagia atau rasa lapar yang bertambah.

Lantaran tidak ada gejala yang jelas untuk diabetes maka ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi diabetes.

"Jadi, ya memang bisa enggak ada keluhan. Gula darah, tekanan darah, kolesterol itu kita bilang the deadly trio. Enggak ada tuh keluhan," kata Dicky.

 

Pengelolaan Diabetes

Ketika seseorang didiagnosis diabetes, kondisi tersebut perlu dikelola dengan baik agar kadar gula darah tetap terkontrol. Menurut Dicky, pengelolaan diabetes pada dasarnya dimulai dari penerapan pola hidup sehat.

"Jadi fondasinya itu pengaturan pola hidup. Pengaturan diet, olahraga, tidur cukup, stress management itu paling penting. Itu harus dikerjakan. Sama kalau memang perlu, ditambahkan dengan pengobatan," ujar dokter yang praktik di Eka Hospital BSD itu.

Menjaga gula darah terkontrol amat penting untuk mencegah komplikasi di kemudian hari. Seperti diketahui diabetes kerap disebut sebagai mother of all diseases karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit lain.

Jika tidak dikelola dengan baik, diabetes dapat berdampak pada organ dan sistem tubuh lain, termasuk meningkatkan risiko penyakit ginjal, penyakit jantung, dan stroke.Â