Samuel Zylgwyn Beberkan Musuh Terbesarnya Selama 16 Tahun Bermain Golf

Selama 16 tahun bermain golf, Samuel Zylgwyn menemukan satu musuh terbesar yang tak disangka.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 13 Agustus 2026, 11:50 WIB
Samuel Zylgwyn berbagi cerita tentang perjalanan 16 tahun menekuni golf. Baginya, tantangan terbesar dalam olahraga ini bukan pemain lain, melainkan kemampuan menaklukkan diri sendiri. (Foto: Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Samuel Zylgwyn telah menekuni olahraga golf selama 16 tahun. Dari perjalanan panjang tersebut, dia mengaku menemukan satu tantangan terbesar yang harus ditaklukkan, yakni dirinya sendiri.

Hal itu disampaikan Samuel dalam konferensi pers bertajuk 'Home for Every Golfer' yang digelar Golf House, Rabu (12/8/2026) di Golf House, Lotte Mall Jakarta. Menurutnya, golf bukan sekadar olahraga yang membutuhkan kemampuan fisik dan teknik tapi juga mengajarkan seseorang untuk mengendalikan ego.

Samuel mengaku bahwa salah satu tantangan ketika mulai bermain golf adalah keinginannya untuk selalu menghasilkan pukulan yang keras dan jauh.

Namun, setelah bertahun-tahun bermain, dia menyadari bahwa hal tersebut tidak selalu membuat permainannya menjadi lebih baik.

"Selalu pengin mukul kenceng dan jauh. (Lama-lama) Itu pointless, nggak ada gunanya ternyata," ujar Samuel.

Dia kemudian belajar untuk tidak terlalu memaksakan diri saat bermain. Menurut Samuel, ketika ego mulai dikendalikan dan permainan dijalani dengan lebih santai, performanya justru meningkat.

Samuel mengatakan bahwa perubahan tersebut turut terlihat pada perkembangan handicap-nya. Dia mengaku sempat membutuhkan waktu cukup lama untuk menurunkan handicap karena terlalu ngotot saat bermain.

"(Progresnya) dari handicap gede ke tengah itu lama karena saya ngotot mainnya. Tapi begitu sudah nikah, (handicap) 15 ke single itu cepat. Karena kita main nggak ngotot, pakai strategi, lebih santai, lebih enjoy," tambahnya.

Dari pengalaman itu, Samuel menyimpulkan bahwa lawan terbesar dalam golf bukanlah pemain lain, melainkan diri sendiri.

"Musuhnya itu diri sendiri, bukan musuh sama orang lain," tambahnya.

 

Golf Jadi Sarana Melepas Stres

Samuel Zylgwyn berbagi cerita tentang perjalanan 16 tahun menekuni golf. Baginya, tantangan terbesar dalam olahraga ini bukan pemain lain, melainkan kemampuan menaklukkan diri sendiri. (Foto: Ist)

Selain mengasah kemampuan, Samuel menjadikan golf sebagai salah satu cara untuk melepas penat dari kesibukan pekerjaan.

Menurutnya, setiap orang perlu memiliki hobi atau aktivitas yang disukai di luar pekerjaan. Aktivitas tersebut dapat menjadi sarana untuk mengurangi stres sekaligus menjaga keseimbangan emosional.

"As a human kita kan punya hobi. Hobi itu kan untuk stress relief ya. Yang penting ada activity di luar pekerjaan yang kayaknya,'Wah ini bisa stress relief'," kata Samuel.

Meski golf menjadi salah satu hobinya, Samuel mengatakan aktivitas untuk melepas stres tidak harus selalu sama. Dia juga menikmati kegiatan lain seperti bermotor dan berolahraga di gym.

"Jadi bukan cuma golf aja, macem-macem. Mungkin kalau gue salah satunya golf, kemudian motoran, terus gym," tambahnya.

Untuk menjaga kebugaran, Samuel juga rutin berolahraga di gym. Dia lebih memilih latihan yang dapat menunjang permainan golf, seperti kardio, latihan otot perut, dan kaki.

"Jadi mungkin gue lebih ke kardio, main otot perut, sama kaki sih. Karena itu yang jadi fondasi di golf juga," ujarnya.

Golf House Hadirkan 'Home for Every Golfer'

Sejalan dengan semangat tersebut, Golf House memperkenalkan identitas baru “Home for Every Golfer” sebagai rumah sekaligus one-stop solution bagi pencinta golf, mulai dari pemula hingga profesional.

Identitas baru tersebut ditandai dengan peluncuran logo terbaru pada 12 Agustus 2026 di Golf House, Lotte Mall Jakarta.

Assistant Vice President Merchandising Golf House Indonesia, Ashok Kumar mengatakan bahwa “Home for Every Golfer” dibangun melalui tiga pilar utama yang hadir dalam satu atap.

Ketiganya mencakup produk kelas dunia, advisor terpercaya melalui Mentor Buddy, serta pengalaman yang mendukung kebutuhan setiap golfer.

Golf House juga menghadirkan layanan club fitting di Pondok Indah serta beragam perlengkapan dan apparel dari berbagai brand golf.

Saat ini, Golf House telah memiliki 48 lokasi yang tersebar di 10 kota besar di Indonesia. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya Golf House untuk memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat yang ingin memulai maupun mengembangkan perjalanan mereka dalam olahraga golf.

Bagi Samuel Zylgwyn, 16 tahun bermain golf bukan hanya tentang meningkatkan kemampuan olahraga.

Perjalanan tersebut juga mengajarkannya untuk mengendalikan ego, bermain dengan lebih santai, dan memahami bahwa tantangan terbesar sering kali berasal dari diri sendiri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya