Advertisement
Liputan6.com, Jakarta - Hubungan seks saat menstruasi masih dianggap tabu bagi sebagian pasangan. Padahal, selama dilakukan atas kesepakatan dan kenyamanan kedua pihak, seks saat menstruasi dapat menjadi pilihan yang menyenangkan.
Selain mempertimbangkan kondisi tubuh, pasangan juga perlu menyiapkan beberapa hal agar hubungan seks saat menstruasi tetap nyaman dan tidak terlalu merepotkan.
Berikut lima cara sederhana yang dapat dilakukan agar hubungan seks saat menstruasi lebih nyaman, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (13/8/2026).
1. Siapkan alas untuk mengurangi noda
Darah menstruasi bukan sesuatu yang kotor tapi memang dapat membuat hubungan seks menjadi lebih berantakan. Oleh sebab itu, pasangan sebaiknya mempersiapkan area sebelum berhubungan.
Dokter umum di Klinik DTAP, Dr. Grace Huang, menyarankan penggunaan handuk berwarna gelap sebagai alas, terutama jika hubungan seks dilakukan dalam posisi duduk atau berbaring.
Cara sederhana ini dapat membantu menyamarkan noda darah sekaligus memudahkan proses pembersihan setelahnya.
2. Pilih waktu saat aliran darah lebih ringan
Waktu berhubungan juga dapat dipertimbangkan agar seks saat menstruasi terasa lebih nyaman. Pasangan dapat memilih hari ketika aliran darah tidak terlalu banyak sehingga kemungkinan munculnya noda juga lebih kecil.
Direktur medis Reiwa Health, Dr. Angela Tan, mengatakan darah menstruasi memang dapat membuat situasi menjadi lebih berantakan sehingga pasangan perlu mempersiapkan diri.
"Bersiaplah menghadapi noda," ujar Tan.
Dengan persiapan yang tepat, kekhawatiran mengenai darah dapat dikurangi sehingga pasangan bisa lebih fokus pada kenyamanan satu sama lain.
3. Mandi sebelum dan sesudah berhubungan
Mandi dapat menjadi pilihan praktis untuk membuat hubungan seks saat menstruasi lebih nyaman. Selain membantu membersihkan tubuh, cara ini juga dapat mengurangi kerepotan akibat darah.
Tan mengatakan mandi sebelum dan sesudah berhubungan seksual bagi kedua pasangan dapat membantu menjaga kebersihan.
"Mandi sebelum dan sesudah berhubungan seksual bagi kedua pasangan tentu sangat membantu," kata Tan.
Namun, dia menegaskan perempuan tidak perlu melakukan douching atau mencuci bagian dalam vagina karena tindakan tersebut tidak diperlukan untuk menjaga kebersihan vagina.
4. Pastikan produk menstruasi sudah dilepas
Sebelum melakukan hubungan seksual dengan penetrasi, produk menstruasi seperti tampon dan cangkir menstruasi perlu dilepas.
Konsultan di Departemen Obstetri dan Ginekologi KK Women’s and Children’s Hospital (KKH), Dr. Cassandra Cheong, mengatakan tampon yang masih terpasang dapat terdorong lebih jauh ke dalam vagina sehingga lebih sulit dikeluarkan.
Tampon yang terlupa dan dibiarkan terlalu lama juga dapat meningkatkan risiko infeksi vagina serta sindrom syok toksik, yaitu kondisi langka tetapi berpotensi mengancam nyawa.
Sementara itu, beberapa cakram menstruasi memang dirancang untuk digunakan saat hubungan seksual melalui vagina. Meski demikian, pengguna tetap perlu mengikuti petunjuk produsen agar penggunaannya aman.
5. Komunikasikan kenyamanan dengan pasangan
Hal terpenting dalam hubungan seks saat menstruasi adalah memastikan kedua pasangan merasa nyaman dan sama-sama bersedia.
Tan menekankan bahwa seks saat menstruasi bukan sesuatu yang harus dilakukan hanya karena pasangan menginginkannya.
"Saya tidak ingin berhubungan seks saat menstruasi merupakan jawaban yang sepenuhnya valid," ujarnya.
Menurut Tan, pasangan sebaiknya membicarakan batasan, kekhawatiran, serta hal-hal yang membuat masing-masing merasa nyaman.
"Tujuannya adalah agar kita dapat membicarakan keintiman tanpa rasa malu atau menghindar," kata Tan.