Liputan6.com, Jakarta - Seks saat menstruasi masih menjadi topik yang kerap dianggap tabu. Padahal, bagi sebagian perempuan, gairah seksual justru dapat meningkat selama menstruasi. Di sisi lain, hubungan seks saat menstruasi tetap memiliki sejumlah risiko yang perlu dipahami.
Konsultan Departemen Obstetri dan Ginekologi KK Women’s and Children’s Hospital (KKH), Dr. Cassandra Cheong, mengatakan, perubahan hormon selama menstruasi dapat memengaruhi libido perempuan.
"Fluktuasi kadar hormon, termasuk peningkatan estrogen dan testosteron, selama menstruasi dapat menyebabkan peningkatan libido pada sebagian perempuan," ujar Cheong dikutip dari Channel News Asia pada Kamis (13/8/2026)
Advertisement
Menurutnya, kondisi tersebut juga berkaitan dengan respons alami tubuh yang mulai mempersiapkan ovulasi dalam beberapa hari berikutnya.
Namun, peningkatan gairah tidak dialami semua perempuan karena keluhan seperti kram, perut kembung, dan rasa tidak nyaman justru dapat menurunkan keinginan untuk berhubungan seksual.
Dokter kesehatan seksual sekaligus Direktur Medis Reiwa Health, Dr. Angela Tan, menambahkan, respons perempuan terhadap perubahan hormon sangat beragam. Seperti halnya gejala sindrom pramenstruasi (PMS), keinginan hubungan seks saat menstruasi juga bisa berbeda pada setiap perempuan.
Bagi perempuan yang memiliki pasangan, keinginan mendapatkan keintiman saat menstruasi juga bisa meningkat. Kondisi tubuh yang tidak nyaman dapat membuat seseorang lebih membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari pasangan.
Bisa Membantu Redakan Nyeri
Seks saat menstruasi tidak hanya berkaitan dengan gairah. Aktivitas seksual juga disebut dapat memberikan sejumlah manfaat.
Dokter umum di DTAP Clinic, Dr. Grace Huang, mengatakan, aktivitas seksual dapat memicu pelepasan oksitosin dan endorfin.
Oksitosin dikenal sebagai 'hormon cinta' yang dapat meningkatkan perasaan positif, sedangkan endorfin membantu meredakan nyeri dan memperbaiki suasana hati.
"Kontraksi rahim yang terjadi saat orgasme juga berpotensi membantu mengurangi kram menstruasi," kata Huang.
Endorfin yang dilepaskan selama aktivitas seksual juga disebut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada perempuan yang mengalami migrain saat menstruasi.
Risiko Kehamilan dan IMS Tetap Ada
Meski peluang hamil saat menstruasi lebih rendah, bukan berarti risikonya nol. Cheong menjelaskan bahwa sperma dapat bertahan hidup di dalam tubuh hingga lima hari. Oleh sebab itu, perempuan dengan siklus menstruasi pendek tetap berpeluang mengalami kehamilan apabila ovulasi terjadi lebih cepat setelah menstruasi.
Menstruasi juga tidak melindungi seseorang dari infeksi menular seksual (IMS). Bahkan, menurut Cheong, infeksi seperti HIV dan hepatitis berpotensi lebih mudah menular karena adanya paparan darah.
"Untuk IMS, menstruasi tidak memberikan perlindungan. Karena itu, penggunaan perlindungan tetap sama pentingnya seperti pada waktu lain dalam sebulan," ujarnya.
Kenapa Masih Dianggap Tabu?
Stigma terhadap seks saat menstruasi tidak lepas dari anggapan bahwa menstruasi merupakan sesuatu yang harus disembunyikan.
Tan mengatakan rasa malu yang ditanamkan sejak kecil terhadap menstruasi dapat terbawa ke dalam hubungan seksual, citra tubuh, dan hubungan dengan pasangan.
"Menstruasi bukan sesuatu yang kotor. Seks saat menstruasi merupakan pilihan pribadi dan kedua pasangan harus dapat membicarakannya tanpa rasa jijik, tekanan, atau malu," kata Tan.
Dia, mengatakan, normalisasi menstruasi bukan berarti setiap perempuan harus menikmati atau melakukan seks saat haid. Persetujuan tetap berlaku bagi kedua pasangan.
Menurut Tan, seseorang juga tidak perlu memaksakan diri. Menolak hubungan seks saat menstruasi merupakan pilihan yang valid selama keputusan tersebut diambil tanpa tekanan dari pasangan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323057/original/029470100_1786598614-cek_fakta_-_jusuf_kalla_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322343/original/021494700_1786525018-HOAX__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542212/original/065975700_1774936641-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5385116/original/034388300_1760874917-ahmet-kurt-0xn-8kRWOhE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323040/original/097415800_1786598028-Menteri_Kesehatan_Budi_Gunadi_Sadikin_oleh_Biro_Komunikasi_dan_Informasi_Publik_Kemenkes_RI__Aldo_Putra_Meizahni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323017/original/049705900_1786596653-Samuel_Zylgwyn.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322520/original/049580300_1786532502-20260812_155323.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4143487/original/029842100_1662023796-kelly-sikkema-V106bb1a9BY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715486/original/069509300_1782806789-bol6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4169877/original/090930600_1664024508-luis-quintero-qKspdY9XUzs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/698290/original/hepatitis_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322524/original/091549500_1786532716-20260812_155523.jpg)