Ebola Tewaskan 2.000 Orang, WHO Wanti-wanti Bisa Lampaui Wabah 2014-2016

Beberapa bulan wabah Ebola melanda negara-negara Afrika Barat terutama Kongo tapi sudah menewaskan 2.000 orang.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 13 Agustus 2026, 18:18 WIB
Petugas kesehatan membantu menyiapkan peralatan penanganan Ebola di Republik Demokratik Kongo (AFP/Mark Naftalin)

Liputan6.com, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mewanti-wanti bahwa wabah Ebola yang saat ini melanda Kongo berpotensi melampaui wabah 2014-2016. Pada wabah sebelumnya menyebabkan 11 ribu orang meninggal. 

"Dengan laju saat ini, wabah ini berada di jalur untuk melampaui wabah Ebola di Afrika Barat pada 2014 hingga 2016,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan, pada Rabu (12/8/2026).

Wabah Ebola yang terjadi saat ini dinyatakan secara resmi pada 15 Mei 2026. Namun, otoritas kesehatan setempat menyebut berdasarkan hasil pengurutan genetik menunjukkan virus tersebut mulai menyebar beberapa bulan sebelumnya yakni pada Februari.

Data terakhir wabah kali ini menunjukkan sudah ada 4.300 kasus wabah Ebola. Dari kasus tersebut, 2 ribu diantaranya meninggal dunia. Sebagai perbandingan, wabah Ebola di Afrika Barat pada 2014-2016 ada 28.000 kasus dan membutuhkan waktu sekitar delapan bulan untuk mencapai 1.000 kematian.

Para pakar kesehatan mengatakan wabah ini berbeda dari wabah Ebola sebelumnya karena disebabkan oleh virus langka Bundibugyo. Hingga kini virus tersebut belum memiliki vaksin maupun pengobatan yang disetujui. 

Otoritas kesehatan dan pengendalian penyakit setempat menyebut, wabah ini menyebar lebih cepat dibandingkan upaya pemantauan dan pengendaliannya. Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah terpencil di Kongo bagian timur yang masih dilanda konflik dan berada di dekat perbatasan dengan Sudan Selatan, Uganda, serta Rwanda.

Sebagian besar kasus dan kematian baru dilaporkan terjadi di komunitas yang sulit dijangkau tenaga kesehatan. Wilayah tersebut memiliki infrastruktur yang buruk dan fasilitas kesehatan yang minim peralatan. Sejumlah tenaga kesehatan juga melakukan mogok kerja karena persoalan pembayaran.

Faktor lain yang membuat penanganan sulit karena sebagian warga masih enggan mendatangi fasilitas kesehatan seperti mengutip laman Euro News, Kamis (13/8/2026),

Puncak Wabah Ebola Kongo Diprediksi 6 Bulan Lagi 

Direktur Operasi Peringatan dan Respons Darurat Kesehatan WHO, dokter Abdirahman Mahamud, memperkirakan puncak wabah Ebola akan tercapai dalam enam bulan.

“Namun, itu merupakan skenario moderat,” kata Mahamud.

“Ada skenario lain yang memperkirakan wabah ini dapat berlangsung selama sembilan hingga 12 bulan.”

2 Vaksin Mulai Uji Klinis pada Manusia

Uji klinis terhadap dua kandidat vaksin untuk jenis Ebola ini telah dimulai bulan lalu di Ituri. Ini merupakan salah satu dari lima provinsi di Kongo yang melaporkan kasus dan menjadi wilayah paling terdampak.

"Dua vaksin yang dikembangkan secara khusus untuk melawan virus Bundibugyo kini untuk pertama kalinya sedang diuji pada manusia," kata Tedros.

WHO juga berencana menguji apakah vaksin Ebola yang sudah tersedia dapat memberikan perlindungan terhadap virus tersebut. Sebelumnya, penelitian pada hewan menunjukkan hasil yang menjanjikan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya