Liputan6.com, Jakarta - Ghosting menjadi salah satu pengalaman yang bisa terasa menyakitkan dalam sebuah hubungan. Seseorang yang sebelumnya rutin berkomunikasi tiba-tiba menghilang, berhenti membalas pesan, atau memutus komunikasi tanpa memberikan penjelasan.
Alih-alih membicarakan masalah atau mengakhiri hubungan secara terbuka, orang yang melakukan ghosting memilih menghilang begitu saja. Lantas, mengapa seseorang memilih cara tersebut?
Advertisement
Pakar hubungan dan terapis mengatakan ada beberapa alasan umum mengapa seseorang memilih melakukan ghosting daripada membicarakan perasaannya secara terbuka.
1. Kurang Matang Secara Emosional
Mengatakan kepada seseorang bahwa kita sudah tidak lagi tertarik padanya bukanlah percakapan yang mudah. Situasi ini membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik dan kematangan emosional.
"Ghosting sering terjadi ketika seseorang tidak memiliki keterampilan yang cukup untuk mengelola emosinya dan menyampaikan kebutuhannya dengan cara yang sehat," kata terapis berlisensi, Taylor Chodash mengutip laman Brides, Senin (17/8/2026).
2. Takut Menghadapi Konflik
Daripada menghadapi kenyataan dalam sebuah hubungan, ghosting menjadi strategi pasif yang memungkinkan seseorang menghindari konfrontasi.
"Buat orang itu menjauh mungkin terasa lebih mudah daripada mengungkapkannya secara langsung karena takut mendapat penolakan atau perdebatan," ujar Chodash.
3. Terbiasa dengan Budaya Serba Cepat
Media sosial, tuntutan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, hingga berbagai informasi yang terus mengalir membuat banyak orang merasa kekurangan waktu dan energi mental.
Akibatnya, ketika sebuah hubungan tidak berjalan sesuai harapan, ghosting sering dianggap sebagai cara tercepat untuk mengakhirinya.
"Bahkan di dunia kerja, perusahaan sering menghilang begitu saja setelah proses rekrutmen dan tidak memberi kabar kepada pelamar. Perilaku ini akhirnya menjadi sesuatu yang dianggap normal," kata terapis pernikahan, Brittany Jenkins.
4. Takut Menunjukkan Kerentanan
Menurut Chodash, orang dengan gaya keterikatan menghindar (avoidant attachment style) cenderung menarik diri ketika mulai merasa terlalu terikat secara emosional dengan orang lain.
Daripada menunjukkan kerentanan dan membicarakan perasaannya, mereka memilih mengakhiri hubungan dengan menghilang.
Kecenderungan ini bisa berakar dari pengalaman masa kecil atau pola hubungan yang mereka alami saat tumbuh dewasa.
5. Mengejar Kepuasan Instan
Saat ini, sebagian orang dinilai kurang bersedia 'berinvestasi' dalam proses membangun hubungan jangka panjang.
Sebaliknya, mereka lebih mencari kecocokan yang cepat dan kepuasan instan.
Akibatnya, ketika hubungan mulai terasa rumit, membingungkan, atau menimbulkan stres, mereka memilih melakukan ghosting daripada berusaha menyelesaikan masalah atau menghadapi kecemasan yang muncul.