Liputan6.com, Jakarta - Suplemen kolagen semakin populer di kalangan masyarakat, terutama karena dianggap dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Selain kulit, kolagen juga kerap dikaitkan dengan kesehatan sendi dan otot.
Namun, seberapa efektif suplemen kolagen sebenarnya? Tinjauan terbaru terhadap bukti ilmiah yang menggabungkan data dari 113 uji klinis menunjukkan bahwa suplemen kolagen kemungkinan memang memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Meski begitu, penelitian yang ada masih memiliki beberapa keterbatasan.
Advertisement
Apa Itu Kolagen?
Kolagen adalah protein yang diproduksi secara alami oleh tubuh. Protein ini berperan penting dalam menjaga struktur dan elastisitas kulit, mendukung tulang dan otot, membantu proses penyembuhan luka, serta melindungi organ.
Produksi kolagen biasanya menurun seiring bertambahnya usia. Kondisi inilah yang membuat sebagian orang memilih mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung kolagen.
Kolagen dalam suplemen umumnya berbentuk kolagen terhidrolisis, yaitu protein yang telah dipecah menjadi rantai lebih pendek yang disebut peptida. Bentuk ini dinilai lebih mudah diserap oleh tubuh.
Dalam tinjauan tersebut, peneliti menganalisis 16 tinjauan sistematis yang secara keseluruhan mencakup hampir 8.000 peserta.
Manfaat Suplemen Kolagen
Hasil tinjauan menunjukkan bahwa suplementasi kolagen berkaitan dengan beberapa manfaat kesehatan.
Pada kulit, konsumsi kolagen dikaitkan dengan peningkatan hidrasi dan elastisitas. Manfaat tersebut tampaknya berkembang secara bertahap sehingga konsumsi secara konsisten dalam jangka lebih panjang kemungkinan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan penggunaan dalam waktu singkat.
Suplemen kolagen juga dikaitkan dengan penurunan nyeri pada penderita osteoartritis serta perbaikan kesehatan otot.
Meski demikian, hasil penelitian mengenai manfaat kolagen untuk kulit belum sepenuhnya konsisten. Beberapa penelitian terbaru menunjukkan adanya peningkatan hidrasi kulit, tetapi tidak menemukan peningkatan elastisitas.
Kualitas penelitian juga menjadi salah satu perhatian. Dari 16 tinjauan sistematis yang dianalisis, 15 di antaranya dinilai memiliki kualitas rendah atau sangat rendah.
Beberapa masalah yang ditemukan antara lain penelitian yang tidak didaftarkan sejak awal, pelaporan mengenai potensi bias yang kurang baik, durasi penelitian yang singkat, serta jumlah peserta yang terbatas.
Tidak Semua Kolagen Sama
Jenis kolagen yang digunakan juga perlu diperhatikan. Produk kolagen tersedia dalam berbagai sumber, mulai dari sapi, ayam hingga ikan. Perbedaan sumber dan proses produksi dapat memengaruhi ukuran serta komposisi peptida kolagen.
Founder & President Director Ohneul, Paul Ju, mengatakan, perawatan kulit tidak hanya bergantung pada kolagen, tapi juga perlu memperhatikan kombinasi bahan aktif lainnya.
"Kolagen merupakan protein utama bagi kulit yang bantu merawat kekencangan dan kekuatan. Elastin memungkinkan kulit meregang dan kembali seperti semula, serta hyaluronic acid (asam hialuronat) membantu menghidrasi kulit," ujar Paul Ju dalam acara Ohneul Media Gathering di Jakarta pada Jumat (21/8/2026).
Sementara itu, Founder dan Direktur Ohneul, Kevin Kuntoro, menjelaskan bahwa produk mereka menggunakan peptida kolagen yang berasal dari ikan. "Kita gunakan fish collagen peptide. Karena molekulnya jauh lebih kecil, jadi jauh lebih gampang masuk dan diserap oleh tubuh ketimbang bovine (sapi) collagen," kata Kevin.