Anabul Kesayangan Picky Eater, Ini Tips yang Perlu Diketahui Pet Owner

Anabul kesayangan picky eater? Ketahui tips memberi variasi makanan tanpa mengabaikan kebutuhan nutrisi.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 24 Agustus 2026, 11:19 WIB
Anabul yang picky eater sering membuat pet owner harus mencari cara agar nafsu makannya tetap terjaga. Variasi makanan bisa menjadi pilihan, tetapi kebutuhan nutrisi tetap harus diperhatikan. (Copyright unsplash/Gabriella Clare Marino)

Liputan6.com, Jakarta - Menghadapi anabul kesayangan yang pemilih soal makanan atau picky eater bukan hanya soal mencari menu yang disukai. Pet owner juga perlu memastikan makanan yang diberikan tetap memenuhi kebutuhan nutrisi anabul.

Dokter Maria de Bettencourt Tavares menjelaskan bahwa makanan rumahan dapat mendukung kesehatan anjing jika disusun dengan tepat. Sebaliknya, pola makan yang tidak seimbang berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi dalam jangka panjang.

Kebutuhan nutrisi setiap anjing pun dapat berbeda, bergantung pada usia, berat badan, dan tingkat aktivitas.

Untuk anjing dewasa, kerangka umum makanan rumahan dapat terdiri dari 35-45 persen protein berkualitas, 15-25 persen karbohidrat, 10-20 persen lemak, serta 15-25 persen sayuran dan serat. Selain itu, kebutuhan mikronutrien juga perlu diperhatikan.

"Love alone does not make a meal complete," ujar Maria dalam pembahasannya mengenai makanan rumahan untuk anjing.

Artinya, memberikan makanan yang dibuat sendiri atau menambahkan bahan segar ke dalam menu anabul tidak cukup hanya berdasarkan makanan yang disukai. Komposisi dan keseimbangan nutrisinya juga harus menjadi perhatian.

Pengalaman Pet Owner Beri Fresh Food

Salah satu cara yang mulai dilakukan pet owner untuk menghadapi anabul picky eater adalah mengombinasikan makanan kering (dry food) dengan makanan segar (fresh food), seperti sayuran dan buah-buahan.

Dalam rangkaian acara Pawjog 9 yang digelar Pet Kingdom di Tangerang, seorang pemilik anjing bernama Jojo membagikan pengalamannya memberikan variasi makanan sesuai dengan selera anabul.

Selain makanan kering, Jojo juga rutin memberikan makanan segar untuk anjing kesayangannya.

"Dia (anabulnya) suka lamb (domba). Tapi kalau untuk yang fresh food, sebenarnya sayur-sayuran tuh suka sih. Kayak kentang, kubis, pumpkin (labu), dia suka. Boleh buah juga kayak apel. Cuma memang tiap buah tuh ada yang banget sering, ada yang nggak terlalu sering," kata Jojo kepada Kesehatan Liputan6.com pada Sabtu (22/8/2026).

Kebiasaan memberikan fresh food toppers ini sejalan dengan tren pet nutrition yang berkembang. Namun, makanan segar maupun makanan rumahan tidak otomatis memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi anabul.

Perhatikan Protein hingga Serat

Protein menjadi salah satu komponen utama dalam makanan rumahan. Beberapa pilihan yang dapat diberikan antara lain daging domba, babi, kalkun, sapi, serta ikan seperti salmon dan cod.

Daging organ seperti hati dan ginjal juga dapat menjadi sumber vitamin dan mineral. Namun, jumlahnya perlu dibatasi karena kandungan nutrisinya sangat terkonsentrasi.

Karbohidrat juga tidak selalu harus dihindari. Ubi jalar, labu, nasi merah, lentil yang dimasak dengan baik, serta kentang dapat menjadi sumber energi dan serat.

Namun, karbohidrat sebaiknya menjadi bagian pendukung dan tidak mendominasi makanan.

Sementara itu, anjing membutuhkan lemak untuk menyediakan energi, menjaga kesehatan kulit dan bulu, mendukung keseimbangan hormon, serta membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K.

Sayuran seperti brokoli, zucchini, wortel, kohlrabi, dan bayam dalam jumlah sedang juga dapat menjadi pilihan. Sebaiknya sayuran dikukus atau dimasak ringan agar lebih mudah dicerna.

Jangan Lupakan Mikronutrien

Mikronutrien menjadi salah satu bagian yang sering terlewat dalam makanan rumahan.

Daging otot, misalnya, secara alami tinggi fosfor tetapi rendah kalsium. Anabul juga membutuhkan vitamin D, asam lemak esensial, serta mineral seperti yodium, zinc, dan selenium.

Oleh sebab itu, makanan yang hanya terdiri dari daging belum cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anabul dalam jangka panjang.

Porsi makanan juga perlu disesuaikan dengan berat badan, usia, aktivitas, dan metabolisme masing-masing anabul.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya