Liputan6.com, Jakarta - Menjaga berat badan ideal bukan sekadar soal penampilan. Berat badan berlebih juga dapat meningkatkan tekanan pada sendi, terutama lutut, yang menjadi salah satu penopang utama tubuh saat berdiri dan berjalan.
Dalam diskusi bertajuk 'Memahami Hubungan Obesitas, Osteoarthritis Lutut, dan Kualitas Hidup' yang digelar Novo Nordisk Indonesia, dipaparkan bahwa risiko osteoartritis (OA) lutut meningkat signifikan ketika seseorang mengalami kelebihan berat badan hingga masuk kategori obesitas.
Advertisement
Seseorang dengan Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) kategori overweight (25–29,9) memiliki risiko mengalami OA sekitar 2,3 hingga 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan orang dengan berat badan normal.
Risiko tersebut meningkat hampir dua kali lipat ketika seseorang masuk kategori obesitas dengan BMI di atas 30. Pada kondisi ini, risiko OA lutut mencapai 4,6 hingga 4,9 kali lebih tinggi.
Dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi, subspesialisasi kaki dan pergelangan kaki, Ihsan Oesman, Sp.OT(K), menjelaskan bahwa peningkatan risiko tersebut dipengaruhi oleh dua faktor, yakni beban mekanis pada sendi dan respons peradangan sistemik.
"Ada perbedaan dampak yang sangat nyata. Pada tingkat overweight, risiko kenaikan OA berada di kisaran 2,3 sampai 2,5 kali lipat. Namun begitu masuk kategori obesitas, risikonya melonjak tinggi hingga 4,6 sampai 4,9 kali lipat," ujar Ihsan pada Jumat (28/8/2026).
Angka tersebut menunjukkan bahwa BMI bukan sekadar klasifikasi berat badan. Semakin tinggi berat badan, semakin besar pula tekanan yang harus ditanggung sendi lutut.
Karena itu, pengelolaan berat badan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menjaga fungsi lutut dan mencegah kerusakan sendi berkembang lebih jauh.
Apa Itu Osteoarthritis?
Ihsan menjelaskan bahwa osteoartritis merupakan kondisi patologis pada sendi yang berkaitan dengan kerusakan tulang rawan dan jaringan di dalam sendi, termasuk membran sinovial yang berperan menghasilkan cairan pelumas.
Secara sederhana, osteoartritis kerap dikenal sebagai penyakit degeneratif atau radang sendi. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai sendi di tubuh.
Berdasarkan lokasinya, sendi dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu:
- Anggota tubuh bagian atas (upper extremity), seperti pergelangan tangan, siku, dan bahu.
- Anggota tubuh bagian bawah (lower extremity), seperti panggul, lutut, dan pergelangan kaki.
Meski dapat menyerang berbagai sendi, lutut membutuhkan perhatian khusus karena menjadi salah satu titik tumpu utama tubuh.
Lutut menopang beban tubuh secara terus-menerus, baik ketika berdiri, berjalan, menaiki tangga maupun melakukan aktivitas fisik lainnya.
Ketika berat badan meningkat, beban yang diterima sendi lutut juga ikut bertambah sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan sendi.