Laporan Liputan6.com dari Malaysia: Kisah Ayah Bawa Bayi Pertusis ke Sunway Medical Centre

Cari second opinion, ayah dari Pekanbaru membawa bayi 6 bulan dengan pertussis ke Sunway Medical Centre.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 29 Agustus 2026, 17:00 WIB
Robby Hadianto, warga Pekanbaru, membawa anak laki-lakinya yang berusia 6 bulan berobat ke Sunway Medical Centre, Malaysia, setelah sebelumnya menjalani perawatan di Indonesia. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Seorang ayah asal Pekanbaru, Riau, membawa anak laki-lakinya yang masih berumur 6 bulan ke Sunway Medical Centre, Sunway City, Malaysia, setelah sebelumnya menjalani perawatan di Indonesia.

Bayi bernama Rashad tersebut didiagnosis mengalami pertusis. Sang ayah, Robby Hadianto, mengatakan keputusan membawa anaknya ke Malaysia diambil setelah kondisi sang buah hati belum menunjukkan perkembangan yang signifikan selama menjalani perawatan di Pekanbaru.

"Waktu itu sel darah putihnya cukup tinggi. Jadi, kami dapat informasi untuk dirawat di Sunway ini. Akhirnya kami berangkat ke Sunway," ujar Robby.

Kepada jurnalis Liputan6.com, Aditya Eka Prawira, Robby menceritakan bahwa sebelum dibawa ke Malaysia, anaknya telah menjalani rawat inap selama sekitar satu minggu di Pekanbaru.

Secara keseluruhan, proses pengobatan telah berlangsung sekitar tiga minggu sebelum keluarga memutuskan mencari second opinion.

"Karena waktu itu kami merasa perkembangannya tidak signifikan di Pekanbaru. Jadi, karena hasil lab-nya itu tinggi, kami cari-cari informasi,” kata Robby.

Salah satu hasil pemeriksaan yang membuat keluarga khawatir adalah jumlah leukosit yang mencapai sekitar 54 ribu. Setelah mendapatkan penanganan di Sunway Medical Centre, Robby mengatakan kondisi anaknya mulai membaik dan jumlah leukositnya menurun.

"Alhamdulillah setelah ditangani di Sunway, anak membaik juga, leukositnya sudah menurun dan berjalan normal," ujarnya.

Dibantu Sejak Proses Pendaftaran

Dokter di Children Service Sunway Medical Centre, Sunway City, Kuala Lumpur (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Robby mengetahui Sunway Medical Centre melalui Assist Care Indonesia. Menurut dia, pihak tersebut membantu keluarga mulai dari proses pendaftaran hingga mengarahkan kepada dokter yang sesuai dengan kondisi anak.

"Kami dibantu mulai dari pendaftaran sampai nanti kepulangan kami dibantu oleh Assist Care," ujar Robby.

Sebelum berangkat, keluarga juga telah mengirimkan data kesehatan anak kepada Assist Care untuk diteruskan ke pihak Sunway. Dari informasi tersebut, keluarga kemudian mendapatkan rujukan kepada dokter respirologi anak, Dr. Noor Zehan Binti Abdul Rahim.

"Alhamdulillah, sesuai dengan yang kami harapkan semuanya. Anak kami dalam kondisi baik setelah dirawat di Sunway," kata Robby.

Tiga Hari Dirawat di Sunway

 

Suasana Children’s Tower Sunway Medical Centre di Kuala Lumpur, Malaysia. Rumah sakit anak ini dirancang dengan nuansa pastel dan fasilitas nyaman yang membuat suasananya terasa seperti hotel. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Setelah tiba di Sunway Medical Centre, Robby mengatakan anaknya langsung mendapatkan penanganan di bagian emergensi. Tidak lama kemudian, sang anak dipindahkan ke kamar perawatan.

Dibandingkan dengan perawatan sebelumnya di Pekanbaru yang berlangsung sekitar satu minggu, anaknya hanya menjalani perawatan sekitar tiga hari di Sunway Medical Centre.

Menurut Robby, salah satu hal yang paling dirasakan adalah proses analisis terhadap kondisi anak sehingga terapi yang diberikan dinilai lebih sesuai.

"Kalau berobat di Indonesia, mungkin kalau saya melihat di Sunway ini lebih ke analisanya ya. Mereka melakukan analisa yang tepat sehingga dapat melakukan terapi yang tepat. Makanya lebih membaiklah hasilnya, kami melihatnya begitu," ujarnya.

Robby juga menilai proses penanganan berlangsung cepat sejak anaknya tiba di rumah sakit.

"Begitu kami masuk, kami sudah dijanjikan masuk emergensi, langsung ditangani. Sudah itu setelah apa, langsung dikasih kamar," ujarnya.

Meski membawa anaknya hingga ke Malaysia untuk mendapatkan second opinion, Robby mengatakan pertimbangan utama keluarga adalah mendapatkan penanganan yang tepat.

Dia juga mengaku nyaman dengan fasilitas yang tersedia untuk pasien anak. Kamar yang luas dan bersih serta pelayanan yang diterima menjadi hal yang membuat keluarga merasa terbantu selama menjalani perawatan.

"Alhamdulillah kami dapat penanganan yang tepat. Juga untuk kamar sangat nyaman untuk anak-anak. Kamarnya luas, bersih, pelayanannya oke. Untuk yang jaga juga dikasih makanan untuk pendampingnya. Jadi tidak repot-repotlah, kita harus khususnya pasien saja," pungkasnya.

Setelah sekitar tiga hari menjalani perawatan, kondisi bayi 6 bulan tersebut membaik dan diperbolehkan pulang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya