Penanganan Kanker Tak Cuma tentang Tumor, Kondisi Pasien Dilihat Menyeluruh

Pasien kanker dapat mengalami berbagai kondisi seperti anemia hingga gangguan hati. Belum lagi ada juga yang punya riwayat diabetes dan hipertensi.

Diterbitkan 29 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penanganan kanker tidak cukup hanya berfokus pada tumor. Kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan juga perlu diperhatikan karena kanker maupun pengobatannya dapat memengaruhi berbagai organ dan memicu komplikasi.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik, Eka Widya Khorinal mengatakan pendekatan menyeluruh diperlukan dalam menangani pasien kanker. Kondisi organ, penyakit penyerta, komplikasi kanker, efek samping pengobatan, hingga status nutrisi perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan terapi pada pasien kanker. 

"Kanker tidak dapat dipandang semata sebagai penyakit pada satu organ. Tumor memang dapat bermula dari payudara, paru, saluran cerna, prostat, atau organ lain, tetapi kanker dan terapinya dapat memberikan dampak sistemik terhadap tubuh," ujar Eka.

Pasien kanker dapat mengalami berbagai kondisi seperti anemia, infeksi, trombosis, malnutrisi, gangguan metabolik, hingga gangguan fungsi ginjal, hati, paru, maupun jantung.

Di sisi lain, pasien juga dapat memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal kronik, atau penyakit hati. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pilihan dan keamanan terapi kanker. Dalam kondisi ini, Eka mengatakan dokter spesialis penyakit dalam memiliki peran dalam melihat kondisi pasien secara menyeluruh.

"Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik memiliki peran khusus dalam merencanakan dan memberikan terapi sistemik kanker, mulai dari kemoterapi, terapi hormonal, terapi target, imunoterapi, hingga pengobatan presisi berdasarkan karakteristik biologis dan molekuler tumor," kata Eka yang juga Ketua Pelaksana ROICAM (The Role of Internist in Cancer Management) 13 yang digelar pada 21-23 Agustus 2026 di Jakarta. 

 

Keberhasilan Penanganan Kanker

Eka juga menerangkan bahwa keberhasilan terapi tidak hanya ditentukan oleh seberapa efektif obat bekerja terhadap kanker. Keberhasilan juga ditentukan oleh kemampuan mempertahankan fungsi organ, mengendalikan komorbiditas, mencegah dan menangani komplikasi, menjaga kualitas hidup, serta membantu pasien menyelesaikan terapi secara optimal.

"Keberhasilan terapi tidak hanya ditentukan oleh seberapa efektif obat bekerja terhadap kanker. Keberhasilan juga ditentukan oleh kemampuan mempertahankan fungsi organ, mengendalikan komorbiditas, mencegah dan menangani komplikasi, menjaga kualitas hidup, serta membantu pasien menyelesaikan terapi secara optimal," jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, penanganan kanker tidak hanya diarahkan untuk mengendalikan penyakit, tetapi juga mempertahankan kondisi dan kualitas hidup pasien selama menjalani pengobatan.