Liputan6.com, Jakarta - Masalah keringat berlebih kerap membuat seseorang menggunakan deodoran atau antiperspirant. Meski sama-sama digunakan untuk membantu mengatasi masalah di area tubuh yang mudah berkeringat, kedua produk tersebut memiliki fungsi yang berbeda.
Deodoran berfungsi mengatasi bau badan, sedangkan antiperspirant bekerja dengan membantu mengurangi keluarnya keringat. Perbedaan fungsi ini penting diketahui agar penggunaannya sesuai dengan kebutuhan.
Advertisement
"Apa bedanya? Deodorant, berarti deodorizer, untuk menangkal bau, dan biasanya isinya adalah fragrance. Kalau antiperspirant, perspirant itu perspirasi, keringat atau penguapan. Berarti anti keringat, anti penguapan," ujar Dokter Spesialis Dermatologi, Venerologi, dan Estetika, Irwan Saputra Batubara, Sp. D.V.E.
Antiperspirant Mengandung Aluminium Chloride
Menurut Irwan, salah satu kandungan aktif yang membuat antiperspirant efektif mengurangi keringat adalah aluminium chloride.
Senyawa tersebut bekerja dengan membentuk sumbatan sementara pada saluran keluarnya keringat di permukaan kulit. Irwan mengibaratkannya seperti semen yang menutup celah pada lantai.
"Antiperspirant itu biasanya mengandung aluminium chloride. Kalau kita bayangkan pori-pori kita, itu ada jalan keluar dan keluarnya selalu keringat. Nah, aluminium chloride bisa memblokir sementara, seperti semen yang menutup pori-pori lantai," kata Irwan dalam diskusi media yang digelar RS Pondok Indah Group di Jakarta pada Kamis (3/9/2026).
Sumbatan tersebut bersifat sementara dan tidak menutup pori-pori secara permanen. Efeknya dapat bertahan sekitar 1 hingga 24 jam sebelum berkurang akibat aktivitas sehari-hari, gesekan, maupun air saat mandi.
Antiperspirant tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari spray, krim, hingga gel. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan area tubuh yang mengalami keringat berlebih, seperti ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki.
Kapan Waktu Terbaik Memakai Antiperspirant?
Selain memilih produk yang tepat, waktu penggunaan antiperspirant juga perlu diperhatikan. Irwan mengatakan bahwa masih banyak orang yang menggunakannya pada pagi hari setelah mandi sebelum memulai aktivitas.
Menurutnya, penggunaan pada waktu tersebut kurang optimal karena produksi keringat mulai aktif pada pagi hari. Akibatnya, kandungan aktif antiperspirant dapat lebih cepat berkurang akibat keringat maupun aktivitas sehari-hari.
Oleh sebab itu, waktu terbaik menggunakan antiperspirant adalah pada malam hari sebelum tidur.
"Secara evidence, memang dia sebaiknya digunakan malam hari, sebelum tidur. Karena saat tidur itu, kelenjar keringat tetap aktif. Sehingga pada saat pagi hari, ketiak cenderung akan lebih kering dan tidak ada interaksi dengan bakteri. Penanganan pertamanya, inisial pemakaian awal itu tetap di malam hari sebelum kita tidur," ujar Irwan.
Antiperspirant tetap dapat digunakan kembali pada pagi hari setelah mandi. Namun, penggunaan utama tetap dianjurkan pada malam hari menjelang tidur agar kandungan aktifnya memiliki waktu untuk bekerja.
Dengan demikian, bagi orang yang mengalami keringat berlebih, penggunaan antiperspirant tidak hanya berkaitan dengan pemilihan produk, tetapi juga waktu pemakaian yang tepat.