Liputan6.com, Jakarta - Di tengah masyarakat, masih beredar anggapan bahwa telapak tangan yang sering basah atau berkeringat merupakan tanda jantaung lemah. Padahal, kondisi tersebut tidak dapat langsung dikaitkan dengan penyakit jantung.
Dokter spesialis dermatologi venerologi dan estetika, Irwan Saputra Batubara, menjelaskan keringat berlebih pada telapak tangan lebih sering berkaitan dengan hiperhidrosis. Bukan menjadi penanda spesifik gangguan jantung.
“Sebagian besar, keringatnya di telapak tangan apakah mitos? Sebagian besar. Karena apa? Itu merupakan tanda awal hiperhidrosis," kata Irwan.
Advertisement
Irwan menuturkan, pada beberapa kondisi penyakit jantung memang dapat ditemukan tangan yang lembap, basah, atau berkeringat. Namun, keluhan tersebut biasanya disertai gejala lain yang lebih khas, seperti sesak napas, jantung berdebar, mudah lelah, atau kesulitan melakukan aktivitas.
“Memang pada beberapa kasus, misalnya penyakit jantung itu ada kondisi tangannya lembap, basah, berkeringat. Tetapi, itu disertai dengan gejala-gejala lain yang lebih spesifik, seperti sesak napas, berdebar, sulit aktivitas, kelelahan, dan sebagainya,” kata Irwan dalam diskusi media yang digelar RS Pondok Indah Group di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Tangan Berkeringat Bukan Berarti Paru-paru Basah
Anggapan serupa juga kerap muncul ketika telapak tangan berkeringat dikaitkan dengan kondisi yang disebut masyarakat sebagai “paru-paru basah”.
Irwan menegaskan, keringat berlebih tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya acuan untuk mendiagnosis penyakit jantung maupun gangguan paru-paru.
“Ini sebenarnya mitos. Mau dibilang paru-paru basah, mau dibilang jantung itu mitos, karena penyakit-penyakit itu tidak bisa dilihat hanya dari keringat saja,” jelasnya.
Dokter Bicara tentang Hiperhidrosis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339888/original/022509900_1788433397-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_3.49.31_PM.jpeg)
Kondisi telapak tangan atau area lainnya yang memproduksi keringat berlebih, namun jantung maupun paru-paru dalam kondisi prima, dikatakan termasuk dalam kategori primary hyperhidrosis atau hiperhidrosis primer.
Hiperhidrosis primer adalah gangguan di mana kelenjar keringat bekerja secara aktif tanpa adanya penyakit pemicu lain di dalam tubuh. Secara umum, ditandai dengan sejumlah karakteristik.
- Paling sering terjadi tiga lokasi utama, yaitu telapak tangan, telapak kaki, dan ketiak.
- Keringat keluar secara seimbang di kedua belah tangan atau kaki.
- Produksi keringat akan terhenti total saat seseorang tertidur pulas dan baru kembali aktif saat terbangun.
- Faktor genetik, sejumlah pasien memiliki riwayat keluarga dengan keluhan serupa.
Opsi Penanganan Hiperhidrosis
Berbeda dengan area ketiak yang bisa diatasi secara permanen menggunakan teknik penyedotan kelenjar, area telapak tangan tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan tersebut karena struktur jaringan saraf dan otot yang padat.
Irwan menyebutkan, untuk menangani telapak tangan yang basah, pasien dapat memanfaatkan penggunaan antiperspirant yang mengandung aluminium chloride untuk menyumbat pori-pori secara sementara.
Selain itu, prosedur penyuntikan Botulinum Toxin (Botox) secara berkala menjadi modalitas terapi yang dinilai efektif untuk menutup sinyal saraf pemicu kelenjar keringat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339680/original/094165700_1788424535-cek_fakta_teddy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333897/original/064209300_1787812486-cek_fakta_-_tebuireng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339337/original/011380800_1788411813-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-03T120214.684.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1462305/original/017836600_1483611820-20170105-BBM-Naik-AY5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339800/original/086288500_1788429026-20260903_104759.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339870/original/093361500_1788432663-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_5.47.40_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5138285/original/070844100_1740023731-cheyenne-doig-dPs0DEGrM9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2971677/original/051597400_1574151970-bonnie-kittle--f7bKsvOgwU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339477/original/045078600_1788417734-Menteri_Kesehatan_Republik_Indonesia_Budi_Gunadi_Sadikin_oleh_Biro_Komunikasi_dan_Informasi_Publik_Kemenkes__Mufidah_Weny_Setiana__Lulu_Khoirun_Nisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296829/original/098179900_1784027448-Kolom_Pakar_Prof_Tjandra_Yoga_Aditama.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5179582/original/056128400_1743605532-9659df25-70b6-43d7-96b3-a79ba1062e6d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5077938/original/011697400_1736051753-cdc-bkc-m0iZ4Sk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4559945/original/006895700_1693558214-kobu-agency-7okkFhxrxNw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550558/original/043753400_1692872973-towfiqu-barbhuiya--jthScuVWT0-unsplash.jpg)