Abu Anak Krakatau Lebih Berisiko bagi Pengguna Lensa Kontak

Abu Anak Krakatau bisa membahayakan mata, terutama pengguna lensa kontak. Kenali risikonya.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 06 September 2026, 14:24 WIB
Abu vulkanik Anak Krakatau tak hanya mengganggu pernapasan, tapi juga dapat membahayakan mata. Pengguna lensa kontak perlu lebih waspada karena abu bisa terperangkap dan menggores kornea. (dok. Unsplash.com/slavoljubovski)

Liputan6.com, Jakarta - Abu vulkanik Anak Krakatau tidak hanya berisiko mengganggu pernapasan, tapi juga dapat membahayakan kesehatan mata. Risiko ini perlu menjadi perhatian terutama bagi pengguna lensa kontak yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Krakatau.

Dokter, epidemiolog, dan peneliti Indonesia dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, M.Sc.PH, mengatakan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi hingga cedera pada mata. Partikel abu yang tajam dan bersifat abrasif dapat menggores permukaan kornea.

"Abu vulkanik ini seperti pasir kaca, karena butiran grit itu yang bisa menyebabkan goresan yang menyakitkan, membuat luka kecil pada bagian depan mata atau abrasi kornea," ujar Dicky dalam keterangan resmi yang diterima Kesehatan Liputan6.com pada Minggu, 6 September 2026.

Paparan abu vulkanik juga dapat memicu konjungtivitis atau peradangan pada konjungtiva. Kondisi ini bisa ditandai dengan mata merah, perih, berair, terasa terbakar, hingga lebih sensitif terhadap cahaya atau fotosensitivitas.

Pengguna Lensa Kontak Lebih Berisiko

Risiko tersebut dapat lebih tinggi pada pengguna lensa kontak. Sifat abu vulkanik yang abrasif membuat partikel dapat terperangkap di antara lensa kontak dan permukaan mata.

Kondisi tersebut meningkatkan gesekan pada kornea sehingga dapat memperparah iritasi atau bahkan menyebabkan goresan dan abrasi kornea.

Oleh sebab itu, pengguna lensa kontak yang berada di area berabu sebaiknya segera melepas lensa. Penggunaan lensa kontak juga perlu dihindari selama mata masih mengalami iritasi.

Jangan Mengucek Mata

Jika abu vulkanik masuk ke mata, hal pertama yang harus dilakukan adalah tidak mengucek mata. Menggosok mata justru dapat membuat partikel abu yang tajam bergesekan dengan kornea dan memperparah luka.

"Jangan digosok, jelas. Ini prinsip yang paling penting karena partikel abu vulkanik ini tajam dan bisa memperparah goresan kornea," kata Dicky.

Mata dapat segera dibilas menggunakan air bersih atau larutan salin yang mengalir. Saat membilas, buka kelopak mata lebar-lebar selama beberapa menit agar partikel abu dapat ikut keluar.

Bagi pengguna lensa kontak, lensa sebaiknya dilepas sebelum atau saat mata dibilas. Hindari pula menekan atau mengucek mata karena tindakan tersebut dapat mendorong partikel lebih dalam.

Gunakan Kacamata Pelindung

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan di wilayah terdampak abu Anak Krakatau juga disarankan menggunakan kacamata pelindung atau goggles.

Perlindungan ini penting terutama bagi pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan, seperti petani, nelayan, petugas lalu lintas, dan pekerja konstruksi.

Kacamata pelindung dapat membantu mencegah abu masuk ke mata dan mengurangi risiko iritasi maupun cedera pada kornea.

Jika setelah mata dibilas masih terasa mengganjal, mengalami nyeri hebat, penglihatan kabur, atau kemerahan tidak membaik dalam beberapa jam, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan atau dokter mata.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan tidak terjadi abrasi kornea atau gangguan mata lain akibat paparan abu vulkanik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya