Abu Vulkanik Anak Krakatau Masuk Mata, Begini Pertolongan Pertama

Abu Vulkanik Anak Krakatau bisa menggores kornea. Ini cara tepat menangani mata yang terpapar.

Diterbitkan 06 September 2026, 14:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau yang mengenai mata jangan dianggap sepele. Butiran abu yang tajam dan bersifat abrasif dapat menyebabkan iritasi, peradangan, bahkan menggores kornea mata.

Dokter, epidemiolog, dan peneliti Indonesia dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, M.Sc.PH, mengatakan, paparan abu vulkanik dapat memicu sejumlah gangguan pada mata, mulai dari iritasi hingga konjungtivitis.

"Jadi, mata merah, perih, berair, sensitif cahaya," kata Dicky dalam keterangan resmi yang diterima Kesehatan Liputan6.com pada Minggu, 6 September 2026.

Menurut Dicky, partikel abu vulkanik juga dapat menyebabkan abrasi atau goresan pada kornea. Kondisi ini terjadi karena butiran abu memiliki tekstur kasar dan tajam yang dapat menggesek permukaan mata.

"Abu vulkanik ini seperti pasir kaca. Butiran grit itu yang bisa menyebabkan goresan yang menyakitkan, membuat luka kecil pada bagian depan mata atau abrasi kornea dan juga konjungtivitis," tambahnya.

Ketika masuk ke mata, abu vulkanik dapat menyebabkan mata terasa mengganjal, merah, perih, berair, atau terasa terbakar. Mata juga bisa menjadi lebih sensitif terhadap cahaya atau mengalami fotofobia.

Risiko tersebut perlu lebih diperhatikan karena goresan pada kornea dapat menimbulkan rasa sakit dan mengganggu penglihatan.

Pengguna lensa kontak juga perlu ekstra waspada. Partikel abu dapat terperangkap di antara lensa dan permukaan mata sehingga meningkatkan gesekan serta risiko iritasi dan abrasi kornea.

Oleh sebab itu, segera lepaskan lensa kontak ketika mata terpapar abu dan hindari menggunakannya sementara waktu.

Abu Masuk Mata, Jangan Dikucek

Satu hal yang paling penting dilakukan ketika abu vulkanik Anak Krakatau masuk mata adalah jangan mengucek atau menggosok mata.

"Jangan digosok, jelas. Ini prinsip yang paling penting karena partikel abu vulkanik ini tajam dan bisa memperparah goresan kornea," ujar Dicky.

Mengucek mata justru dapat membuat partikel abu bergesekan dengan permukaan kornea sehingga luka yang terjadi bisa semakin parah.

Langkah berikutnya adalah segera membilas mata menggunakan air bersih atau larutan saline atau garam fisiologis yang mengalir. Buka kelopak mata selebar mungkin selama beberapa menit agar partikel abu dapat keluar.

Bagi pengguna lensa kontak, lepaskan lensa sebelum atau saat mata dibilas.

Gunakan Kacamata Pelindung

Pencegahan juga penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah yang terdampak abu vulkanik.

Gunakan kacamata pelindung atau goggles ketika harus berada di luar ruangan. Perlindungan ini penting bagi mereka yang bekerja di luar, seperti petani, nelayan, petugas lalu lintas, pekerja konstruksi, maupun masyarakat yang harus beraktivitas di area berdebu dan berabu.

Kacamata pelindung dapat membantu mengurangi kemungkinan partikel abu langsung mengenai permukaan mata.

Jangan Abaikan Mata yang Terus Sakit

Setelah mata dibilas, perhatikan apakah keluhan berangsur membaik. Jika masih terasa mengganjal, muncul nyeri hebat, penglihatan menjadi kabur, atau mata tetap merah setelah beberapa jam, jangan menunda pemeriksaan.

"Kalau setelah mata dibilas masih terasa mengganjal, nyeri hebat atau penglihatan kabur atau kemerahannya tidak membaik dalam beberapa jam, harus segera ke fasilitas kesehatan atau ke dokter mata untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Dicky.

Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan tidak terdapat abrasi kornea atau luka pada permukaan kornea yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.