Pencegahan Stunting Tak Hanya Bergantung pada Asupan Nutrisi

Pencegahan stunting tak hanya soal nutrisi. Edukasi, kesehatan ibu, dan sanitasi juga berperan.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 10 September 2026, 17:41 WIB
Program pencegahan stunting berbasis masyarakat di Desa Kedungkeris, Gunungkidul, memadukan dukungan nutrisi, edukasi, pendampingan keluarga, serta penguatan fasilitas kesehatan dan sanitasi. (Foto: Unsplash/Hu Chen)

Liputan6.com, Jakarta - Pencegahan stunting tidak hanya soal memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Pendampingan keluarga, edukasi, perubahan perilaku, kesehatan ibu, hingga lingkungan dan sanitasi yang layak juga menjadi bagian penting dalam upaya mencegah stunting.

Direktur Yayasan Cita Sehat, Ali Mujianto, mengatakan, pendekatan berbasis masyarakat menjadi kunci agar intervensi pencegahan stunting dapat diberikan secara tepat sasaran dan efektif.

Dalam pelaksanaannya, Yayasan Cita Sehat akan bekerja sama dengan bidan desa, konselor laktasi, dan kader Posyandu untuk memberikan pendampingan langsung kepada keluarga yang rentan.

Pendekatan tersebut diterapkan melalui Program Pencegahan Stunting dan Sanitasi berbasis masyarakat di Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Program ini akan berlangsung selama tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028.

Program tersebut memadukan dukungan nutrisi dan kesehatan ibu, edukasi masyarakat, peningkatan kapasitas, serta penguatan fasilitas kesehatan dan sanitasi.

Pada tahun pertama, program ditargetkan memberikan manfaat langsung kepada 275 orang. Sasaran program mencakup ibu hamil dan menyusui, calon ibu, keluarga rentan, kader Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), serta petugas lapangan keluarga berencana.

Pencegahan Stunting Tak Cukup dengan Nutrisi

Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, mengatakan pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan.

"Pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, upaya Herbalife tidak hanya berfokus pada nutrisi, tapi juga mencakup edukasi perubahan perilaku, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan setempat, serta perbaikan lingkungan dan sanitasi," ujar Oktrianto.

Menurutnya, kolaborasi dengan Yayasan Cita Sehat, pemerintah daerah, dan masyarakat Desa Kedungkeris diperlukan untuk memastikan program memberikan manfaat yang bermakna dan relevan bagi masyarakat.

Program ini dibangun di atas tiga pilar yang saling terintegrasi, yakni nutrisi dan kesehatan; edukasi masyarakat dan peningkatan kapasitas; serta peningkatan fasilitas kesehatan dan sanitasi.

Berbagai kegiatan akan dilakukan, mulai dari dukungan nutrisi, pendampingan kehamilan dan menyusui, pelatihan kader desa, edukasi tumbuh kembang anak, hingga edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Program juga mencakup dukungan bertahap untuk penyediaan toilet yang layak, fasilitas kesehatan desa, serta jaringan air minum hingga 2028.

 

Dukungan untuk Ibu dan Anak

Program pencegahan stunting berbasis masyarakat di Desa Kedungkeris, Gunungkidul, memadukan dukungan nutrisi, edukasi, pendampingan keluarga, serta penguatan fasilitas kesehatan dan sanitasi. (Ilustrasi stunting/dok. Unsplash Alvin)

Dalam peluncuran program di Poskesdes Kedungkeris, diserahkan tujuh paket peralatan pemantauan tumbuh kembang anak untuk masing-masing Posyandu di Desa Kedungkeris.

Paket nutrisi juga diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan calon ibu. Kepala Desa Kedungkeris, Rusdi Martono, mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayahnya, termasuk dukungan terhadap pembangunan fasilitas Posyandu.

"Bangunan ini bukan sekadar simbol, tetapi juga menjadi fasilitas dan sumber daya tambahan untuk memperkuat semangat serta upaya kita dalam mencegah stunting di Desa Kedungkeris," ujar Rusdi.

Poskesdes Kedungkeris telah diresmikan pada Agustus 2026. Sebelumnya, fasilitas tersebut merupakan Posyandu yang dibangun di Sendowo Kidul. Atas permintaan otoritas kesehatan setempat, fasilitas itu kemudian dialihfungsikan menjadi Poskesdes karena telah memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Melalui program hingga 2028, upaya pencegahan stunting dilakukan dengan memperhatikan berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari nutrisi, perilaku, kesehatan, hingga kondisi lingkungan dan sanitasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya