Liputan6.com, Bandung - Iis pagi itu duduk di bawah tenda di depan Puskesmas Warnasari, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ditemani saudara, Iis bukan untuk mengantre berobat, melainkan mengurus administrasi JKN lewat layanan BPJS Keliling yang tengah singgah di depan Puskesmas Warnasari.
Wanita yang tengah menjalani pengobatan batu empedu ini mesti mengurus perubahan nama agar bisa kembali berobat menggunakan JKN di rumah sakit.
Advertisement
"Kemarin pas ke rumah sakit berobat pakai umum (membayar sendiri) karena katanya ada masalah sama nama di BPJS," katanya.
Untuk mengurus administrasi JKN, ia tak perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan. Iis cukup mendatangi layanan BPJS Keliling yang kebetulan hadir tak jauh dari rumahnya.
"Kemarin Pak RW ngasih tahu di WhatsApp grup warga kalau BPJS Keliling lagi ke sini, jadi ya ke sini urus nama," tutur warga Pangalengan ini kepada Liputan6.com, ditemui Kamis (17/9/2026).
Selain Iis, ada juga Feri, pemuda berusia 23 tahun yang hari itu mendatangi BPJS Keliling untuk mendaftar sebagai peserta JKN. Meski pendaftaran peserta JKN maupun berbagai urusan administrasi sudah bisa dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN dan WhatsApp, Feri merasa lebih nyaman ketika bisa bertemu langsung dengan petugas.
"Enggak perlu ke kantor BPJS juga kan, jadi dekat oge (juga) dari rumah. Jadi mudah," tuturnya.
Pengalaman Iis dan Feri menunjukkan bahwa kemudahan layanan digital belum sepenuhnya menghilangkan kebutuhan masyarakat untuk bertemu langsung dengan petugas. Bagi sebagian warga, kehadiran layanan di lokasi yang dekat dengan tempat tinggal membuat urusan administrasi terasa lebih mudah.
Deputi Direksi Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan, layanan keliling memang disediakan untuk mendekatkan akses kepada masyarakat, terutama mereka yang tinggal jauh dari kantor BPJS Kesehatan.
"Jadi BPJS Keliling itu kan kepentingannya untuk memudahkan akses kepada masyarakat. Jadi BPJS Kesehatan kan selama ini letaknya itu di tengah kota, kabupaten atau kota. Kita berusaha menjangkau daerah seperti yang di Puskesmas Warnasari ini," ujar Iqbal.
Menurutnya, masyarakat biasanya terlebih dahulu mendapat informasi mengenai jadwal kedatangan layanan keliling. Dengan begitu, warga bisa datang ketika layanan tersebut berada di wilayah mereka.
Urus Administrasi BPJS Kesehatan Bisa Online
Meski demikian, Iqbal menekankan bahwa masyarakat sebenarnya tidak harus selalu datang secara langsung. Berbagai kebutuhan administrasi JKN juga dapat dilakukan melalui kanal digital yang tersedia.
"Meskipun sekarang semua bisa pakai WhatsApp diurus atau dengan telepon tetapi secara umum masyarakat kita kan secara budaya memang perlu ketemu lah di sana," jelasnya.
Ia menilai layanan tatap muka dan digital dapat berjalan berdampingan. Layanan keliling menjadi salah satu cara untuk menjangkau masyarakat yang masih membutuhkan interaksi langsung, sementara peserta yang sudah terbiasa menggunakan telepon genggam dapat memanfaatkan layanan digital.
"Ini kan bagian dari instrumen untuk mengakselerasi saja kaitan dengan kemudahan mengurus administrasi BPJS Kesehatan. Kami tidak ingin urusan administrasi BPJS Kesehatan menghambat layanan dari masyarakat," kata Iqbal.
Iqbal juga mendorong peserta untuk memanfaatkan perangkat smartphone yang sudah dimiliki agar tidak selalu bergantung pada layanan tatap muka. Selain Mobile JKN, masyarakat dapat mengakses layanan melalui WhatsApp maupun layanan 165.
"Kalau bisa tidak harus datang, bisa diurus pakai chat-chat. Kalau tidak bisa orang tuanya ya anaknya kan. Semudah itu sebetulnya," ujarnya.