Liputan6.com, Jakarta - Lima hal yang dapat disampaikan sehubungan dengan peningkatan kasus Influenza A. Pertama, ada 4 jenis virus influenza, yaitu A, B, C, dan D. Yang A dan B serta sebagian C menyebabkan influenza pada manusia, yang D sejauh ini belum dilaporkan secara ilmiah menyebabkan penyakit pada manusia.
Kedua, influenza yang kita temui sehari-hari memang utamanya adalah yang disebabkan oleh virus influenza A. Yang dominan adalah Influenza A, jadi ini bukan hal yang baru. Ketiga, memang dari waktu ke waktu mungkin saja ada peningkatan kasus influenza, karena itu disebut seasonal flu, atau “flu musiman”.
Advertisement
Keempat, nomenklatur influenza A disebut berdasarkan kombinasi dari “H” (Hemaglutanin) yang ada 18 jenis, dari H1 sampai H18, dengan “N” (Neurominidase), yang ada 11 jenisnya dari N1 sampai N11. Jadi bisa H1N1 sampai H18N11, ada ratusan kombinasi jenisnya.
Kelima, tentu saja ada kemungkinan virus influenza bermutasi. Contoh yang nyata adalah H1N1 yang sudah lama dikenal, maka di tahun 2009 bermutasi dan menyebabkan pandemi, dan virusnya jadi diberi nama H1N1 (pdm-09), “pdm” dari kata pandemi dan “09” karena pandeminya waktu itu bermula dari tahun 2009.
Kini ada tiga hal yang perlu dilakukan. Kesatu, perlu diketahui adalah jenis H berapa dan N berapa yang sekarang sedang beredar, dan apakah sudah ada mutasi atau tidak, yang harus diperiksa dengan whole genome sequencing.
Kedua, kita perlu tahu penanganan kasus influenza. Sebagian besar kasus tidaklah berat dan dapat ditangani dengan istirahat dan pengobatan simtomatik sesuai gejala. Kalau kasusnya berat maka dapat diberikan obat antivirus seperti oseltamivir, dan kalau memang memburuk, terutama pada kelompok risiko tinggi, perlu perawatan di rumah sakit. Juga tersedia vaksin influenza yang baik didapat oleh mereka yang masuk risiko tinggi.
Ketiga, kita anggota masyarakat perlu terus menjaga kesehatan, karena tubuh yang sehat akan menyebabkan daya tahan tubuh kita menjadi lebih kuat, termasuk dalam menghadapi Influenza A ini.
Prof. Tjandra Yoga Aditama
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI