Liputan6.com, Jakarta - Tangan gemetar atau tremor kerap menjadi gejala yang langsung dikaitkan dengan penyakit Parkinson. Padahal, tidak semua orang dengan Parkinson mengalami tremor.
Tremor memang dapat muncul pada penderita Parkinson, tetapi gejala tersebut tidak dialami oleh seluruh pasien.
Advertisement
Dokter spesialis neurologi subspesialis neurogeriatri Banon Sukoandari menyebut sekitar 70 persen pasien Parkinson mengalami tremor. Ini arrtinya, ada pasien Parkinson yang tidak mengalami gejala berupa tangan atau bagian tubuh yang gemetar.
“Gemetar itu mungkin hanya 70 persen pasien Parkinson yang mengalami getar,” katanya.
Lebih lanjut, gejala utama penyakit ini justru berkaitan dengan melambatnya gerakan atau bradikinesia.
"Bukan, tremor bukan tanda utama Parkinson. Tanda utama Parkinson adalah bradikinesia yakni melambatnya gerakan, bukan gemetar," kata Banon ditemui dalam pertemuan bersama Yayasan Sahabat Parkinson di Jakarta pada Selasa (22/9/2026).
Perubahan tersebut dapat terlihat dari berbagai aktivitas sehari-hari. Seseorang mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk memulai gerakan atau melakukan aktivitas yang sebelumnya dapat dilakukan dengan cepat.
Selain itu, perubahan ekspresi wajah juga dapat terlihat. Pada sebagian penderita Parkinson, wajah menjadi tampak lebih kaku atau minim ekspresi yang dalam istilah medis dikenal sebagai masked face atau wajah seperti topeng seperti disampaikan wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Gangguan Gerak di Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI) ini.
Apa Itu Parkinson?
Penyakit Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif progresif yang terutama mempengaruhi sistem motorik.
Penyakit ini disebabkan oleh degenerasi neuron dopaminergik di substansia nigra, suatu area di otak tengah yang berperan penting dalam kontrol gerakan.
Banon mengatakan untuk mencegah kerusakan pada area itu bisa dihambat dengan rutin berolahraga.
Olahraga juga membuat cadangan tubuh kita menjadi lebih baik. Cadangan itu seperti ketika seseorang tidak pernah berolahraga, sedikit lemah atau capek saja performanya sudah menurun.
"Kalau rutin berolahraga, performanya tetap bagus. Badannya lebih bugar dan tetap mampu bergerak dengan baik. Itu yang disebut reserve atau cadangan tubuh," katanya.
Selain olahraga dan menjalani gaya hidup sehat, dokter spesialis bedah Achmad Fahmi mengingatkan untuk mencegah agar kepala terbentur.
"Yang penting lagi, hindari benturan pada otak. Karena kalau memang cederanya di area namanya substantia nigra pas compacta, yang penghasil dopamine tadi itu cedera, maka dia akan rusak," kata Fahmi di kesempatan yang sama.