Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang mengira Parkinson cuma menyerang orang lanjut usia tapi ternyata penyakit ini bisa terjadi pada anak muda. Seperti yang terjadi pada Momo Jaidi.
Warga asal Bekasi, Jawa Barat ini merasakan gejala awal Parkinson saat ia berusia pertengahan 30-an.
"Tangan kanan kaku, sendi di bahu sakit, awalnya saya kira pegal-pegal biasa. Lama-lama merebebt kekaki kanak lalu enggak bisa tidur sampai tiga hari," tutur Mamo ditemui dalam acara Sahabat Parkinson di Jakarta pada Selasa (22/9/2026).
Advertisement
Usai mendapati gejala itu ia langsung memeriksakan kondisinya ke dokter. Saat itu, dokter mengira kondisi yang dialami Mamo adalah hipertiroid. "Namun, saat dicek tiroid ternyata normal."
Lalu, dokter menduga Mamo mengalami Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau saraf kejepit. "Ternyata hasil pemeriksaan normal juga."
Baru pada tahun ketiga usai gejala pertama muncul Mamo mengetahui dirinya mengalami Parkinson. "Baru tuh saat MRI otak kelihatan Parkinson. Butuh tiga tahun, dari 2021 hingga 2024 baru ketahuan diagnosis Parkinson," cerita Mamo ke Liputan6.com.
Mendapati diagnosis itu, Mamo mengungkapkan dirinya tak percaya. "Yang saya tahu ini kan penyakit orang tua," katanya.
Lantaran masih ragu, ia kembali menjalani pemeriksaan di rumah sakit lain di Jakarta. Hasilnya sama, Mamo didiagnosis Parkinson. "Di RSCM pun sama tetap Parkinson."
Gerak yang melambat pun turut membuat Mamo dipensiunkan dini oleh perusahaan tempatnya bekerja. Namun, kondisi itu tidak mematahkan semangatnya untuk maju terus. Ia ingin terus bersama keluarga serta melihat ketiga buah hatinya tumbuh besar.
"Kantor enggak mau terima karyawan yang sakit. Ya udah saya sekarang usaha kecil-kecilan aja," tutur pria 40 tahun ini yang kini buka usaha sewa Play Station.
Parkinson di Usia Muda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355033/original/083466800_1790069786-WhatsApp_Image_2026-09-22_at_4.34.45_PM.jpeg)
Parkinson adalah penyakit ini disebabkan oleh degenerasi neuron dopaminergik di substansia nigra, suatu area di otak tengah yang berperan penting dalam kontrol gerakan.
Kehilangan neuron ini menyebabkan penurunan kadar dopamin di otak, neurotransmitter yang penting untuk mengatur gerakan dan koordinasi tubuh.
Umumnya Parkinson terjadi pada usia di atas 50 hingga 60. Namun, pada sebagian kasus terjadi pada usia di bawah 50 atau 40 yang disebut dengan Young-Onset Parkinson's Disease (YOPD).
"Iya bisa (di usia muda)," kata Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Gangguan Gerak di Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI), Banon Sukoandari di kesempatan yang sama.
Mengenai Parkinson di usia muda, kemungkinan dari genetik. Untuk memahami kaitan tersebut, Banon mengatakan sejumlah pusat penelitian di Indonesia tengah melakukan studi genomik pada pasien Parkinson usia muda. Banon menyebut penelitian serupa telah dilakukan di beberapa wilayah.
“Jadi Indonesia ada beberapa center yang melakukan penelitian itu. Jadi nanti kita supaya ngerti peta genomik, peta gen untuk pasien-pasien Parkinson usia muda,” katanya.
Menurut Banon, pemetaan genomik tersebut penting untuk mengetahui lebih jauh faktor genetik yang berkaitan dengan Parkinson pada usia muda. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu memahami risiko Parkinson berdasarkan karakteristik genetik pasien.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354907/original/059583400_1790065976-cek_fakta_blt_kesra.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355036/original/052934100_1790070144-FALSE__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353323/original/048061500_1789960533-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T101401.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355100/original/037954000_1790073991-momo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)