Serangan Jantung Bisa Terjadi di Usia 20-an

Jangan merasa aman karena masih muda, serangan jantung juga bisa terjadi pada usia 20-45.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 24 September 2026, 09:30 WIB
ilustrasi serangan jantung bukan lagi menyerang orang tua. Anak muda usia 20an bisa kena./Photo by Giulia Bertelli on Unsplash

Liputan6.com, Jakarta - Merasa masih muda dan sehat bukan berarti seseorang sepenuhnya terbebas dari risiko serangan jantung. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengingatkan, serangan jantung juga dapat terjadi pada kelompok usia 20 hingga 45 tahun.

"Serangan jantung itu bisa terjadi usia antara 20 sampai 45 tahun,” kata Ketua Pengurus Pusat PERKI dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP(K), Ph.D, dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Ade mengatakan terdapat perubahan pada faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dalam lima hingga 10 tahun terakhir. Hipertensi yang sebelumnya bukan menjadi faktor risiko nomor satu kini telah bergeser menjadi faktor risiko utama, menggantikan kebiasaan merokok.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi terkait dengan pola konsumsi masyarakat, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan asin. Sebaiknya asupan garam dibatasi sekitar satu sendok teh per hari seperti mengutip Antara.

Selain hipertensi dan kebiasaan merokok, Ade menyebut kolesterol tinggi dan diabetes sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular yang dapat dimodifikasi.

 

Cek Kesehatan Jantung

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Annisa Pohan Yudhoyono mengatakan penyakit jantung juga mengancam kelompok usia produktif.

Dia menyebut populasi penyakit jantung di Indonesia paling besar berada pada rentang usia 18 hingga 45 tahun, dengan kelompok usia 25 hingga 34 tahun menjadi kelompok terbesar.

"Jadi jangan pikir karena masih muda, enggak usah mengecek jantung," saran Annisa.

Ia pun menyarankan masyarakat untuk mengecek kesehatan jantung sejak usia 30.

"Walaupun kita masih 30-an, masih 40-an. Kalau bisa setidaknya sekalilah dalam usia itu kita cek jantung,” kata Annisa.

Ditambahkan oleh Ade, masyarakat yang memiliki riwayat serangan jantung pada keluarga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak usia muda.

Ade menyarankan pemeriksaan dilakukan setelah usia 20 tahun bagi mereka yang memiliki orang tua dengan riwayat serangan jantung sebelum usia 55 tahun pada laki-laki atau sebelum 65 tahun pada perempuan.

Jika hasil pemeriksaan normal, pemeriksaan berikutnya dapat dilakukan lima tahun kemudian. Sementara itu, masyarakat berusia di atas 40 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan setiap tahun.

 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya