Kanker Payudara Bisa Menyerang Laki-Laki, Ini yang Perlu Diketahui

Kenali risiko kanker payudara pada laki-laki, gejala, dan pentingnya pemeriksaan.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 27 September 2026, 06:00 WIB
Deputy Medical Director & Senior Consultant Medical Oncologist Parkway Cancer Centre Singapura, dr. Khoo Kei Siong menjelaskan bahwa laki-laki juga memang bisa mengidap kanker payudara, meskipun sangat jarang terjadi. (Foto: Liputan6.com/Kanaya Nanda Putri)

Liputan6.com, Jakarta - Deputy Medical Director & Senior Consultant Medical Oncologist Parkway Cancer Centre Singapura, dr. Khoo Kei Siong mengingatkan bahwa kanker payudara bukan hanya dapat dialami perempuan. Laki-laki juga bisa terkena penyakit ini, meski kasusnya jauh lebih jarang.

Khoo mengatakan bahwa dari sekitar 100 kasus kanker payudara, hanya sekitar satu kasus yang terjadi pada laki-laki.

"Jadi kanker payudara pada laki-laki sifatnya itu sama aja sebetulnya dengan kanker payudara jika terjadi di perempuan. Tapi tergantung pada jenisnya, apakah itu tumor sensitif hormon atau tumor positif HER2. Terapinya akan mirip," ujar Khoo di sela-sela acara Media Gathering 20 Tahun Parkway Cancer Centre di Jakarta pada Jumat, 25 September 2026.

Menurut Khoo, karakteristik kanker payudara pada laki-laki pada dasarnya serupa dengan yang terjadi pada perempuan. Penanganannya bergantung pada profil kanker, termasuk apakah tumor sensitif terhadap hormon atau memiliki HER2 positif.

HER2 positif merupakan kondisi ketika sel kanker memiliki kadar protein HER2 lebih tinggi dari normal. Kondisi ini dapat membuat sel kanker berkembang lebih cepat.

Mengapa Laki-Laki Tidak Rutin Mamografi?

Meski laki-laki juga dapat mengalami kanker payudara, pemeriksaan mamografi secara rutin seperti pada perempuan saat ini belum direkomendasikan.

Khoo menjelaskan bahwa salah satu pertimbangannya adalah angka kejadian kanker payudara pada laki-laki yang jauh lebih rendah. Selain itu, ukuran payudara laki-laki yang cenderung lebih kecil membuat pemeriksaan mamografi tidak mudah dilakukan.

"Peraturan tidak menyarankan bahwa laki-laki memiliki mamografi biasa. Itu berbeda dengan perempuan. Sederhananya karena, pertama, insidennya jauh lebih rendah. Dan kedua, tidak ada cara yang mudah untuk memiliki mamografi bagi laki-laki," ujarnya.

Menurut Khoo, ketika terdapat massa atau kelainan pada payudara laki-laki, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.

Karena itu, meski kasusnya jarang, adanya benjolan atau perubahan pada payudara laki-laki tetap perlu diperiksa lebih lanjut.

Efek Samping Pengobatan Kanker

Khoo juga menjelaskan mengenai efek samping yang dapat muncul selama pengobatan kanker.

Pada kemoterapi, beberapa efek samping yang dapat terjadi antara lain kerontokan rambut, lemas, mual, kehilangan nafsu makan, hingga penurunan jumlah sel darah.

"Ya, biasanya kemoterapi memiliki beberapa efek samping, seperti kerontokan rambut, lemas, mual, kehilangan nafsu makan, hingga turunnya jumlah sel darah," ujar Khoo.

Menurutnya, pada sebagian pasien, efek samping tersebut dapat berlangsung sekitar tiga hari hingga satu minggu setelah terapi, kemudian mulai membaik.

Berbagai perkembangan dalam pengobatan juga memungkinkan dokter melakukan upaya untuk meminimalkan efek samping. Salah satunya melalui penggunaan obat antiemetik atau obat antimual untuk membantu mencegah mual akibat kemoterapi.

Khoo mengatakan bahwa penggunaan obat antiemetik yang lebih modern membuat keluhan mual setelah kemoterapi saat ini semakin jarang ditemukan.

Sementara itu, efek samping dapat berbeda pada jenis pengobatan kanker lainnya. Pada imunoterapi, misalnya, efek samping lebih berkaitan dengan peradangan pada organ tertentu, seperti kelenjar tiroid.

Karena itu, pendekatan untuk mendeteksi dan menangani efek samping imunoterapi juga berbeda dengan kemoterapi.

"Imunoterapi memiliki efek samping yang berbeda dengan kemoterapi. Imunoterapi efek sampingnya lebih ke peradangan di organ-organ tertentu. Contohnya organ tiroid dan lain-lain, maka approach untuk mendeteksinya akan beda," pungkas Khoo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya