Bukan Hanya Benjolan, Ini Tanda Lain Kanker Payudara

Benjolan dan perubahan pada payudara ini bisa jadi bentuk tanda kanker payudara. Oleh karena itu, deteksi dini sangat krusial.

Diterbitkan 28 Oktober 2026, 16:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Benjolan kerap menjadi tanda yang  dikaitkan dengan kanker payudara. Selain benjolan, ada sejumlah perubahan lain yang juga perlu diperhatikan dan diperiksakan agar penyebabnya dapat diketahui sejak dini.

Dokter spesialis bedah onkologi, Denni Joko Purwanto, mengingatkan, masyarakat perlu melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Bila menemukan kelainan, tidak boleh diabaikan. 

Denni menuturkan tanda yang perlu diwaspadai antara lain benjolan pada payudara, rasa tidak nyaman, penebalan kulit, serta munculnya benjolan di area ketiak.

“Jika ada terasa suatu kelainan di payudara, benjolan, rasa tidak nyaman, penebalan kulit, adanya benjolan kemudian di ketiak, ya itu adalah awal dari harus dilakukan pemeriksaan,” tutur Denni di sela acara talkshow “Every Story is Unique, Every Journey Matters” yang digelar MRCCC Siloam Semanggi pada Rabu (28/10/2026) di Jakarta.

Meski demikian, Denni menuturkan bahwa tidak semua benjolan pada payudara merupakan kanker, sebagian benjolan dapat bersifat jinak. Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya, alih-alih menyimpulkan sendiri bahwa benjolan tersebut tidak berbahaya.

Ia menekankan pentingnya bersikap waspada ketika menemukan benjolan, sampai hasil pemeriksaan memastikan sifatnya. Menurut Denni, pendekatan tersebut dapat membantu seseorang mengambil langkah yang lebih aman.

“Perlakukan suatu benjolan payudara itu ganas sebelum dibuktikan ternyata jinak,” kata Denni.

Pernyataan tersebut bukan berarti setiap benjolan pasti kanker, melainkan menekankan kewaspadaan bahwa kelainan pada payudara sebaiknya tidak diabaikan atau langsung dianggap jinak tanpa pemeriksaan.

Pemeriksaan Bisa Dimulai dari Puskesmas

Bagi masyarakat yang merasakan perubahan pada kondisi payudara, pemeriksaan tidak harus langsung dilakukan di rumah sakit besar. Denni mengatakan, masyarakat dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat, seperti puskesmas atau klinik.

Tenaga kesehatan di fasilitas tersebut dapat melakukan pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS. Bidan dan perawat juga telah mendapatkan pelatihan untuk melakukan pemeriksaan tersebut.

Jika ditemukan kelainan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien dapat dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Periksa ke fasilitas yang terdekat. Ada puskesmas, ada faskes, ada rumah sakit. Ada bidan, ada perawat, mereka sudah dilatih oleh kami untuk melakukan pemeriksaan SADANIS,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa puskesmas dapat menjadi pintu pertama bagi masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan. Oleh karena itu, kekhawatiran mengenai harus pergi ke rumah sakit tidak seharusnya menjadi alasan untuk menunda pemeriksaan.

Menemukan benjolan atau perubahan pada payudara memang tidak selalu berarti kanker, namun memastikan penyebabnya melalui pemeriksaan tenaga kesehatan sedini mungkin merupakan langkah penting agar kelainan tersebut dapat ditangani sesuai kebutuhan.