Liputan6.com, Jakarta - Begadang sering dianggap hanya membuat tubuh mengantuk dan lemas keesokan harinya. Padahal, kurang tidur juga dapat memengaruhi hormon, kadar gula darah, nafsu makan, hingga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Ketika waktu tidur tidak tercukupi, tubuh tidak mendapatkan kesempatan yang optimal untuk melakukan proses pemulihan. Kondisi ini juga dapat memengaruhi hormon kortisol yang berkaitan dengan respons tubuh terhadap stres.
Advertisement
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan aritmia, Rizky Aulia Fanani, Sp.JP, Subsp.Ar.(K), mengatakan tidur yang cukup sekitar enam hingga delapan jam berperan dalam membantu menurunkan kadar hormon kortisol.
"Untuk tidur sebenarnya berpengaruh juga, seperti yang sudah dibilang, bahwa selama tidur yang baik, di masa tidur yang cukup, 6-8 jam itu, itu penting karena satu, menurunkan hormon kortisol. Hormon kortisol kalau aktif itu dianggap tubuhnya stres," katanya dalam sesi diskusi menyambut World Heart Day 2026 yang digelar Novo Nordisk Indonesia di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Begadang Bisa Memengaruhi Kadar Gula Darah
Menurut Rizky, ketika seseorang mengalami stres, tubuh dapat meningkatkan proses pemecahan gula. Akibatnya, kadar gula darah dapat ikut meningkat.
"Kalau stress berarti diaktifkan adalah pemecahan gula, jadi gulanya akan tinggi. Orang-orang yang sering begadang, yang istirahatnya kurang, gulanya akan tinggi. Gula tinggi akan menyebabkan inflamasi tubuh," lanjutnya.
Kadar gula darah yang tinggi berkaitan dengan proses inflamasi atau peradangan di dalam tubuh. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan pembentukan plak pada pembuluh darah koroner.
Artinya, dampak begadang tidak berhenti pada rasa kantuk pada siang hari. Jika menjadi kebiasaan, kurang tidur juga perlu diperhatikan sebagai salah satu bagian dari pola hidup yang berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular.
Kurang Tidur Bisa Bikin Makin Mudah Lapar
Bukan hanya kadar gula darah yang dapat terdampak. Kurang tidur juga dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar.
Dokter spesialis gizi klinik, Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, menjelaskan bahwa orang yang kurang tidur, terutama yang terbiasa begadang, dapat mengalami peningkatan hormon ghrelin.
"Pola tidur itu juga sangat berpengaruh, jadi kalau kita melihat yang menarik tadi itu, bahwa ada mekanisme biologis dalam tubuh kita ketika seseorang berat badannya sudah turun justru sebetulnya hormon ghrelin atau hormon laparnya itu bisa naik. Orang-orang yang tidurnya kurang, terutama yang suka begadang, di dalam penelitian, hormon ghrelin-nya naik jadi dia akan lebih lapar," kata Lita.
Ghrelin merupakan hormon yang berkaitan dengan rasa lapar. Ketika kadarnya meningkat, seseorang dapat menjadi lebih mudah lapar dan terdorong untuk mencari makanan.
Situasi ini juga dapat membuat seseorang lebih mudah ngemil, terutama ketika masih terjaga hingga larut malam.
Tidur Cukup Penting untuk Kesehatan Tubuh
Karena itu, menjaga pola tidur tidak hanya bertujuan menghindari rasa kantuk pada siang hari. Tidur yang cukup juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan hormon, metabolisme, kadar gula darah, dan nafsu makan.
Waktu tidur yang cukup pada malam hari memberikan kesempatan bagi tubuh untuk menjalankan proses pemulihan. Kebiasaan tersebut juga penting sebagai bagian dari pola hidup yang mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Dengan demikian, membatasi kebiasaan begadang dan membiasakan tidur cukup dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.