Ini Hal Penting Sebelum Konsumsi Habbatussauda, Herbal Viral Gegara Syahrini

Habbatussauda viral gegara Syahrini. Kenali manfaat dan hal penting sebelum mengonsumsinya.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 29 September 2026, 18:46 WIB
Syahrini kembali tampil di Pestapora 2026 setelah tujuh tahun hiatus. Celetukannya soal habbatussauda membuat herbal jinten hitam itu kembali ramai diperbincangkan dan dicari publik. (credit: KapanLagi.com/Wulan Noviarina Anggraini)

Liputan6.com, Jakarta - Habbatussauda mendadak menjadi buah bibir setelah Syahrini menyebut herbal tersebut saat tampil di Pestapora 2026. Dalam celetukan khasnya, Syahrini mengingatkan para 'remaja vintage' untuk menjaga tekanan darah, mengurangi konsumsi gula, dan memperbanyak habbatussauda.

Celetukan tersebut sontak mengundang senyum sekaligus membuat banyak orang penasaran. Apa sebenarnya manfaat habbatussauda atau jinten hitam? Dan, sebelum kamu coba-coba mengonsumsinya, penting mengetahui hal yang perlu diperhatikan.

Dokter di UPF Yankestrad Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito, dr. Danang Ardiyanto, MKM, menjelaskan bahwa habbatussauda atau Nigella sativa merupakan salah satu tanaman herbal yang telah digunakan secara tradisional selama ribuan tahun.

Biji berwarna hitam tersebut mengandung berbagai senyawa aktif, salah satunya thymoquinone, yang hingga kini masih banyak diteliti.

Kaya Antioksidan

Salah satu alasan habbatussauda banyak mendapat perhatian adalah kandungan antioksidannya.

Tubuh setiap hari terpapar berbagai faktor yang dapat memicu radikal bebas, seperti polusi, stres, kurang tidur, asap rokok, hingga pola makan yang kurang baik.

Radikal bebas dalam jumlah berlebihan dapat berkontribusi terhadap stres oksidatif yang berpotensi menyebabkan kerusakan sel.

Di sinilah senyawa antioksidan berperan. Habbatussauda memiliki sejumlah senyawa dengan aktivitas antioksidan sehingga berpotensi membantu tubuh menghadapi stres oksidatif.

Berpotensi Membantu Mengurangi Peradangan

Habbatussauda juga memiliki aktivitas antiinflamasi yang menjadi perhatian dalam penelitian.

Beberapa penelitian menunjukkan potensi habbatussauda dalam membantu menekan proses peradangan. Namun, kata Danang, hal tersebut tidak berarti habbatussauda dapat menggantikan obat dokter.

"Herbal ini lebih tepat dipandang sebagai salah satu pilihan yang dapat melengkapi pola hidup sehat," katanya saat dihubungi Kesehatan Liputan6.com melalui aplikasi pesan singkat pada Selasa, 29 September 2026.

Bagaimana dengan Gula Darah dan Tensi?

Pesan Syahrini soal mengurangi gula dan menjaga tensi juga memiliki kaitan dengan potensi manfaat habbatussauda.

Sejumlah penelitian menunjukkan habbatussauda berpotensi membantu metabolisme gula darah dan sensitivitas insulin.

Herbal ini juga diteliti karena potensinya dalam mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah, termasuk berkaitan dengan tekanan darah dan kadar lemak darah.

"Meski demikian, penderita diabetes tidak boleh mengganti obat yang diresepkan dokter dengan habbatussauda," tambahnya.

Menjaga gula darah dan tekanan darah tetap membutuhkan pola hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi gula dan minuman manis, menjaga berat badan, rutin berolahraga, serta mengikuti pengobatan yang dianjurkan dokter.

Jangan Asal Konsumsi Habbatussauda

Meski berasal dari tanaman, bukan berarti habbatussauda bisa dikonsumsi sesuka hati.

Secara umum, habbatussauda relatif aman bila digunakan sesuai aturan. Namun, penggunaan berlebihan tidak otomatis memberikan manfaat lebih besar.

Penderita diabetes yang sedang mengonsumsi obat penurun gula darah juga perlu berhati-hati karena habbatussauda berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah.

Begitu pula orang yang rutin mengonsumsi obat, terutama obat diabetes, tekanan darah, atau obat tertentu lainnya. Konsultasi dengan tenaga kesehatan sebaiknya dilakukan sebelum mengonsumsi habbatussauda secara rutin.

Selain itu, pilih produk yang memiliki izin edar resmi dan berasal dari produsen terpercaya.

Jika muncul keluhan seperti alergi, gatal, ruam, atau gangguan pencernaan setelah mengonsumsi habbatussauda, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Bukan Ramuan Awet Muda

Lalu, apakah habbatussauda bisa membuat seseorang awet muda? Tidak ada herbal yang dapat menghentikan proses penuaan. Bertambahnya usia merupakan proses alami yang dialami setiap manusia.

Namun, kandungan antioksidan dan aktivitas antiinflamasi dalam habbatussauda berpotensi membantu tubuh menghadapi berbagai faktor yang berperan dalam proses penuaan biologis.

Dengan kata lain, habbatussauda bukan ramuan untuk menghentikan penuaan. Herbal ini lebih tepat dipandang sebagai salah satu pilihan yang dapat melengkapi gaya hidup sehat.

Tidak Semua Orang Harus Mengonsumsinya

Ramainya pembicaraan tentang habbatussauda setelah celetukan Syahrini boleh saja membuat masyarakat penasaran. Namun, bukan berarti semua orang harus mengonsumsinya.

Habbatussauda bukan kebutuhan wajib seperti air putih, sayur, buah, aktivitas fisik, dan tidur yang cukup.

Menurut Danang, habbatussauda merupakan salah satu tanaman yang menarik untuk terus dipelajari.

"Habbatussauda merupakan salah satu tanaman yang sangat menarik. Kandungan antioksidan dan antiinflamasinya memberikan potensi manfaat yang menjanjikan bagi kesehatan," kata Danang.

Meski demikian, satu jenis herbal tidak bisa menjadi solusi untuk semua persoalan kesehatan.

Menjaga tekanan darah, mengurangi konsumsi gula berlebih, memperbanyak sayur dan buah, rutin bergerak, tidur cukup, serta mengelola stres tetap menjadi fondasi utama untuk menjaga kesehatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya