Alami Fibrilasi Atrium? Ini 8 Kebiasaan untuk Menjaga Irama Jantung

Fibrilasi atrium dapat dikelola dengan memperhatikan sejumlah kebiasaan sehari-hari.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 04 Oktober 2026, 10:00 WIB
Menjaga asupan makanan membantu mengendalikan kesehatan jantung termasuk irama jantung (Foto: Unsplash/Farhad Ibrahimzade)

Liputan6.com, Jakarta - Risiko seseorang mengalami gangguan irama jantung (aritmia) tipe fibrilasi atrium meningkat seiring pertambahan usia. Setelah usia 50 tahun, risiko terkena fibrilasi atrium alias irama jantung tak beraturan meningkat dua kali lipat setiap bertambah 10 tahun.

Jika pun sudah didiagnosis fibrilasi atrium, maka salah satu penanganan dengan mengelola faktor risiko dan penyakit penyerta seperti disampaikan Dr. dr. Simon Salim, SpPD-KKV.

"Menjaga kesehatan jantung bukan hanya penting untuk mencegah penyakit pembuluh darah, tetapi juga untuk menjaga irama jantung," katanya dalam pesan tertulis.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung sekaligus iramanya:

1. Pola makan yang sehat

Simon menyerankan untuk memperbanyak sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan sumber protein sehat seperti ikan. Batasi garam, gula tambahan, lemak jenuh, makanan olahan, serta minuman manis dan alkohol. Pola makan yang baik juga membantu mengendalikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko fibrilasi atrium.

2. Lebih aktif bergerak

Aktivitas fisik teratur membantu menjaga kebugaran dan kesehatan jantung. American Heart Association (AHA) menganjurkan orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas intensitas berat setiap minggu, serta latihan kekuatan setidaknya dua kali seminggu.

"Tidak harus selalu berupa olahraga berat; berjalan kaki, mengurangi waktu duduk terlalu lama, dan meningkatkan aktivitas secara bertahap juga merupakan bagian dari kebiasaan aktif," pesannya dokter yang sehari-hari praktik di BraveHeart Cardiovascular Center Brawijaya Hospital Saharjo Jakarta. 

3. Setop Merokok

Ini sudah pasti masuk daftar. Merokok dan produk nikotin dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung serta meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

"Berhenti merokok merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan mengurangi berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko fibrilasi atrium. Bila sulit berhenti, jangan ragu mencari dukungan dari tenaga kesehatan," pesan Simon.

Langkah Selanjutnya untuk Tangani Fibrilasi Atrium

Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis kardiovaskular, Simon Salim , dari Brawijaya Hospital Saharjo Jakarta.

4. Tidur yang cukup dan berkualitas

Orang dewasa sebaiknya tidur sekitar 6–8 jam setiap malam. Selain durasi, kualitas tidur juga penting untuk menjaga kesehatan jantung. Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang teratur, kurangi penggunaan layar sebelum tidur, dan ciptakan rutinitas tidur yang nyaman.

"Pada orang dengan fibrilasi atrium, gangguan tidur seperti sleep apnea juga perlu diperhatikan, terutama bila terdapat dengkuran keras, sering terbangun saat tidur, atau mengantuk berlebihan pada siang hari," pesannya.

5. Menjaga berat badan

Kelebihan berat badan dan obesitas dapat meningkatkan risiko fibrilasi atrium. Menjaga berat badan melalui pola makan sehat, mengatur porsi makan, dan tetap aktif bergerak merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jantung. Pada pasien fibrilasi atrium yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, pedoman ESC 2024 merekomendasikan penurunan berat badan setidaknya 10% sebagai bagian dari pengelolaan faktor risiko.

6. Kendalikan kolesterol

Mengetahui kadar kolesterol dan menjaganya tetap terkendali merupakan bagian dari menjaga kesehatan jantung. Pilih makanan yang lebih sehat, seperti sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, dan sumber protein tanpa lemak, serta batasi lemak jenuh dan makanan yang sangat diproses. Aktivitas fisik juga dapat membantu menjaga kadar kolesterol. Bila kadar kolesterol tetap tinggi, pengobatan sesuai anjuran dokter dapat diperlukan.

7. Menjaga gula darah stabil

Menjaga gula darah tetap terkendali penting untuk menjaga kesehatan jantung. Pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, menjaga berat badan, dan tidak merokok dapat membantu menjaga kadar gula darah. Pada orang dengan diabetes, pemantauan gula darah dan penggunaan obat sesuai anjuran dokter juga penting untuk mengendalikan kondisi dan mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular.

8. Mengendalikan tekanan darah

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko penting untuk fibrilasi atrium. Karena itu, periksa tekanan darah secara berkala dan upayakan tetap terkendali melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, menjaga berat badan, tidur yang cukup, serta membatasi alkohol dan menghindari rokok. Bila diperlukan, konsumsi obat tekanan darah secara teratur sesuai anjuran dokter.

Simon mengatakan delapan pilar di atas tidak harus dijalankan sekaligus. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Tidak perlu menunggu munculnya keluhan atau diagnosis penyakit jantung untuk mulai memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, tidur, berat badan, maupun faktor kesehatan lainnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya