Alat Pacu Jantung Tanpa Kabel, Kenali Leadless Pacemaker

Pada sebagian pasien gangguan irama jantung tipe bradiaritmia (jantung berdetak lebih lambar dari normal) butuh dibantu alat pacu jantung atau pacemaker.

Diterbitkan 05 September 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aritmia adalah gangguan yang terjadi pada irama jantung. Jenis aritmia terdiri dari tiga jenis ada yang terlalu cepat, lambat atau tidak teratur. 

Pada orang dengan kondisi aritmia dengan irama jantung terlalu lambat dari normal (bradiaritmia) salah satu penanganan dengan penggunaan pacemaker atau alat pacu jantung.

Alat pacu jantung atau pacemaker umumnya dikenal sebagai perangkat yang ditanam di bagian dada dan terhubung ke jantung melalui kabel. Namun, kini tersedia teknologi leadless pacemaker yang tidak menggunakan kabel maupun kantong alat di bawah kulit dada.

Alat pacu jantung berukuran kecil yang ditempatkan langsung di dalam jantung untuk membantu menjaga denyut jantung tetap stabil seperti disampaikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan aritmia, Budi Ario Tejo dari Siloam Hospitals TB Simatupang Jakarta. 

Leadless PPM saat ini direkomendasikan untuk pasien yang membutuhkan PPM dengan kriteria tertentu, salah satunya pasien aritmia dengan gangguan pembuluh darah. Pada pasien aritmia, jantung membutuhkan impuls listrik ringan untuk menjaga detak jantung tetap stabil dan tidak terlalu lambat.

Namun, Budi menegaskan pemilihan pacemaker pada pasien aritmia perlu diskusi yang baik antara dokter, pasien dan keluarga. Diskusi meliputai risiko dan benefit dari penggunaan pacemaker itu.

"Harus disesuaikan dengan case by case, enggak bisa digeneralisir pada seluruh pasien. Ada yang cocok menggunakan leadless pacemaker ada juga yang tidak," tutur Budi dalam diskusi daring. 

Budi mengungkapkan pasien yang dapat dipertimbangkan untuk pemasangan leadless pacemaker adalah pasien dengan riwayat infeksi tinggi, pasien hemodialisis, akses vena atas bermasalah. Selain itu, usia dan kondisi kesehatan umum pasien juga menjadi pertimbangan dalam menentukan kelayakan pemasangan leadless pacemaker, yang diutamakan bagi pasien berusia lebih dari 50 tahun atau lanjut usia

Apa Bedanya dengan Pacemaker Konvensional?

Perbedaan utama leadless pacemaker dengan pacemaker konvensional terletak pada bentuk dan cara pemasangannya.

Pacemaker konvensional memiliki perangkat yang ditanam di bawah kulit dada dan terhubung ke jantung melalui kabel. Sementara itu, leadless pacemaker ditempatkan langsung di dalam jantung tanpa kabel dan tanpa kantong perangkat di dada.

Pemasangannya dilakukan menggunakan kateter melalui pembuluh darah di pangkal paha sehingga tidak membutuhkan sayatan untuk membuat kantong alat di dada.

Teknologi tersebut juga memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan pacemaker konvensional. Karena tidak menggunakan kabel dan kantong alat, leadless pacemaker dapat menghindari sejumlah komplikasi yang berkaitan dengan lead maupun pocket, termasuk risiko infeksi pada area tersebut.

Meski menawarkan sejumlah keunggulan, leadless pacemaker bukan berarti menjadi pilihan untuk semua pasien. Jenis gangguan irama, kebutuhan pemacuan, fungsi jantung, kondisi pembuluh darah, risiko infeksi, serta kondisi kesehatan pasien tetap menjadi dasar dokter dalam menentukan teknologi alat pacu jantung yang paling sesuai.